AMBON

PLN UP3 Ambon Gandeng Damkar dan PMI Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan P3K

×

PLN UP3 Ambon Gandeng Damkar dan PMI Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan P3K

Sebarkan artikel ini

AkuratMaluku.com – Api bisa muncul kapan saja, sementara kepanikan justru dapat memperbesar risiko saat keadaan darurat terjadi. Menyadari tingginya risiko keselamatan di lingkungan kerja kelistrikan, PLN UP3 Ambon memperkuat kesiapsiagaan seluruh insan PLN melalui sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Kegiatan yang mengusung semangat “Siap, Tanggap dan Selamat” tersebut melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon dan Palang Merah Indonesia (PMI). Sosialisasi dan simulasi berlangsung di halaman Gedung Kantor PLN UP3 Ambon, Kamis (15/10/2026).

Manager PLN UP3 Ambon, Ramli Malawat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PLN untuk memastikan seluruh insan perusahaan memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Tidak hanya pegawai, keterlibatan juga mencakup tenaga ahli daya, petugas keamanan hingga petugas cleaning service yang bekerja di lingkungan PLN UP3 Ambon.

“Semua insan PLN, mulai dari pegawai, tenaga ahli daya, termasuk satpam dan cleaning service, semuanya harus terlibat,” kata Ramli.

Menurutnya, keselamatan merupakan prioritas utama PLN sebagai perusahaan penyedia energi listrik. Lingkungan kerja PLN memiliki karakteristik dan risiko tersendiri, terutama berkaitan dengan kelistrikan yang berpotensi menjadi salah satu pemicu bahaya kebakaran.

Karena itu, pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat menjadi hal penting. Setiap pekerja harus mengetahui langkah yang tepat, mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) hingga proses evakuasi.

“Tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia. Itu yang harus benar-benar kita terapkan, bukan sekadar pajangan,” tegasnya.

Ramli menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar formalitas untuk memenuhi ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Lebih dari itu, simulasi diharapkan menjadi bekal praktis agar seluruh pekerja memiliki awareness atau kesadaran serta kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi darurat.

“Kita harus tahu apa yang harus kita lakukan, bagaimana cara menggunakan APAR yang benar dan bagaimana melakukan evakuasi secara tenang tanpa kepanikan jika terjadi situasi darurat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Damkar memberikan pemahaman mengenai potensi kebakaran, langkah pencegahan serta tindakan yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi di lingkungan kerja.

Materi tidak hanya disampaikan secara teori. Peserta juga diperlihatkan secara langsung tahapan penanganan kondisi darurat melalui simulasi, sehingga pekerja dapat memahami prosedur keselamatan secara lebih nyata.

Sementara PMI memberikan sosialisasi dan simulasi terkait pertolongan pertama. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah awal yang perlu dilakukan ketika seseorang mengalami cedera atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Peserta juga diarahkan memahami pentingnya tetap tenang, mengenali kondisi sekitar dan melakukan tindakan pertolongan sesuai prosedur.

Selain kebakaran, pemateri turut mengingatkan bahwa keadaan darurat seperti gempa bumi maupun kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan di lingkungan kantor, tetapi juga menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN UP3 Ambon membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja. Dengan melibatkan seluruh unsur pekerja dan menggandeng instansi yang memiliki kompetensi di bidang kebakaran serta pertolongan pertama, PLN berharap setiap personel tidak hanya mengetahui prosedur keselamatan, tetapi mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi nyata.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *