AkuratMaluku.com — Rapat Kerja (Raker) Forum Pendidikan Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Maluku periode 2026-2031 resmi dibuka oleh Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusif Direktorat KSKK Kementerian Agama RI, Dr. Anis Masykur, di Aula MAN Ambon, Sabtu (22/8/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Anis Masykur menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Menurutnya, keberadaan FPMI sebagai wadah nonstruktural harus mampu menjadi motor penggerak dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.
Ia meminta FPMI Maluku membangun koordinasi dengan Bunda Inklusi dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, karena keterlibatan kaum perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pendidikan inklusif.
“Pendidikan inklusi tidak bisa dilepaskan dari peran Bunda Inklusi maupun Dharma Wanita. Mereka memiliki kekuatan besar sebagai pendorong kesuksesan program ini meskipun sering kali tidak terlihat secara langsung,” ujar Anis.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang telah melibatkan DWP Kanwil Kemenag dalam mendukung program inklusi, salah satunya melalui pengukuhan Bunda Inklusi di tingkat kabupaten/kota.

Menurutnya, langkah tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar program pendidikan inklusif dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.
Dr. Anis juga menjelaskan bahwa FPMI merupakan organisasi nonstruktural di luar struktur resmi Kementerian Agama. Pengurus yang berasal dari unsur kepala madrasah menjalankan tugas tersebut sebagai tugas tambahan dengan tanggung jawab besar dalam mengembangkan pendidikan inklusif.
Ia mendorong FPMI Provinsi Maluku segera melakukan konsolidasi pembentukan kepengurusan FPMI di seluruh kabupaten/kota. Setelah terbentuk, langkah berikutnya adalah mendorong setiap madrasah untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD).
“Setiap kepala madrasah yang menjadi pengurus FPMI harus menjadi contoh dengan segera membentuk ULD di madrasah masing-masing. Tugas awal yang harus dilakukan adalah melakukan pendataan siswa inklusi agar layanan yang diberikan sesuai kebutuhan,” katanya.
Sementara itu, Ketua FPMI Provinsi Maluku, Harman Muhammad Ali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusif yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan inklusif di Maluku.
Menurut Harman, kehadiran Dr. Anis Masykur menjadi motivasi besar bagi pengurus FPMI Maluku untuk memperkuat program kerja yang telah disusun hingga tahun 2031.
“Ini merupakan sebuah keistimewaan bagi FPMI Provinsi Maluku karena sejak awal pembentukan hingga pelaksanaan program perdana, beliau terus memberikan arahan dan penguatan kepada kami,” ungkapnya.
Harman mengatakan, Raker FPMI Maluku menjadi momentum penting untuk menyusun program strategis selama masa kepengurusan lima tahun ke depan. Salah satu fokus utama adalah pembentukan FPMI kabupaten/kota, pembentukan Unit Layanan Disabilitas di madrasah, serta pendataan siswa inklusi.
“Ada enam bidang program yang akan dibahas dalam rapat kerja ini. Salah satu yang menjadi prioritas adalah memastikan terbentuknya FPMI di kabupaten/kota dan ULD di setiap madrasah,” jelasnya.
Ia berharap melalui raker tersebut, FPMI Maluku mampu menjalankan tugas sesuai target dan ketentuan yang berlaku serta memberikan kontribusi nyata dalam memperluas layanan pendidikan inklusif di seluruh madrasah di Provinsi Maluku.(*)








