AkuratMaluku.com – Sebanyak 308 peserta didik madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Maluku mulai menguji kemampuan akademik mereka dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Ajang ini bukan sekadar pertarungan meraih nilai tertinggi, tetapi menjadi panggung untuk menemukan potensi terbaik generasi madrasah yang dipersiapkan melangkah ke tingkat berikutnya.
Pelaksanaan tes OMI tingkat Provinsi Maluku berlangsung pada 5 dan 6 Oktober 2026 dan dilaksanakan secara serentak di 16 titik lokasi yang tersebar pada kabupaten/kota di Maluku. Ratusan peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari tahapan sebelumnya dan menjadi perwakilan terbaik dari masing-masing daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. Yamin,menegaskan, kompetisi tersebut merupakan momentum penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah sekaligus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan semangat berprestasi.
Menurutnya, OMI tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang untuk menentukan siapa yang memperoleh nilai tertinggi. Lebih dari itu, kompetisi tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang melatih peserta didik menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, menjunjung sportivitas serta berani menghadapi tantangan.
“Jangan menjadikan kompetisi sebagai beban. Jadikan OMI sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang telah diperoleh melalui proses belajar selama ini,” pesan Yamin.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak gentar menghadapi soal-soal yang sulit. Setiap tantangan, kata dia, harus dihadapi dengan tenang, teliti dan penuh keyakinan.
“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses, kerja keras, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba,” tegasnya.
Yamin menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut madrasah tidak hanya menghasilkan peserta didik yang menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan tersebut untuk memecahkan berbagai persoalan.
Karena itu, OMI diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang sehat di lingkungan madrasah. Dari ajang tersebut diharapkan lahir generasi yang memiliki kemampuan intelektual, karakter kuat, kreativitas, daya juang dan semangat untuk terus belajar.
“Dari madrasah kita bangun prestasi. Dari Maluku kita lahirkan generasi unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Maluku, Hj. Farida Laisouw, dalam laporannya menyampaikan bahwa 308 peserta yang mengikuti OMI tingkat provinsi terdiri atas 58 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 89 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 161 siswa Madrasah Aliyah (MA).
Dari jumlah tersebut, Kota Ambon mengirim 33 peserta, Kota Tual 26 peserta, Maluku Tenggara 33 peserta, Seram Bagian Timur 33 peserta, Seram Bagian Barat 33 peserta, Maluku Tengah 33 peserta, Buru 33 peserta, Buru Selatan 33 peserta, Kepulauan Aru 31 peserta, dan Kepulauan Tanimbar 21 peserta.
Farida menjelaskan, OMI menjadi salah satu wadah pembinaan untuk mengidentifikasi sekaligus mengembangkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik dan potensi prestasi unggul.
“Melalui OMI, peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya serta memperoleh pengalaman berharga dalam menghadapi kompetisi secara objektif, jujur, disiplin dan sportif,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti tes tingkat provinsi merupakan siswa yang telah melalui tahapan seleksi sebelumnya sesuai mekanisme yang ditetapkan. Hasil OMI tingkat provinsi nantinya menjadi bagian dari proses untuk menentukan peserta didik yang berpotensi mewakili Maluku pada tahapan selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Farida berharap seluruh peserta dapat mengikuti tes dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Madrasah hebat, madrasah bermartabat. Dari madrasah kita bangun generasi berprestasi,” tandasnya.(*)








