DAERAHPENDIDIKAN

Dua Siswa SMKN 11 SBB Harumkan Maluku, SASAGU Raih Juara Nasional

×

Dua Siswa SMKN 11 SBB Harumkan Maluku, SASAGU Raih Juara Nasional

Sebarkan artikel ini

AkuratMaluku.com – Dua siswa SMK Negeri 11 Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, membuktikan bahwa inovasi dari daerah mampu bersaing di panggung nasional. Melalui SASAGU PROJECT, Febby M. Panggulili dan Jevinche M. de Queljoe sukses meraih Juara III kategori Rencana Usaha sekaligus memperoleh Golden Ticket Goes to Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026 di Bali.

Prestasi tersebut diraih melalui pengembangan produk kreatif SASAGU yang diusung dalam bidang Kesehatan, Kecantikan, dan Perawatan Diri. Kedua siswa yang berasal dari Kompetensi Keahlian Layanan Kesehatan itu mampu membawa gagasan kewirausahaan mereka hingga mendapat pengakuan di kompetisi tingkat nasional.

FIKSI Nasional 2026 berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Bali. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional tersebut menjadi wadah bagi siswa dari berbagai daerah untuk menampilkan kreativitas, mengembangkan inovasi, serta menguji kemampuan dalam merancang usaha yang berpotensi dikembangkan.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, R. Tanamal, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tim SASAGU PROJECT. Menurutnya, keberhasilan Febby dan Jevinche menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan vokasi Maluku, terutama karena mereka mampu menunjukkan potensi dan kreativitas melalui sebuah inovasi yang dikembangkan dari lingkungan sekolah.

“Secara khusus, kebanggaan luar biasa kami persembahkan kepada Tim SASAGU PROJECT yang berhasil membawa karya inovatifnya, yaitu produk kreatif SASAGU, dalam bidang lomba Kesehatan, Kecantikan, dan Perawatan Diri pada kategori Rencana Usaha,” kata Tanamal, Sabtu (17/10/2026).

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa SMK di Maluku memiliki kesempatan dan kemampuan untuk berkompetisi dengan peserta dari berbagai daerah. Pendidikan vokasi, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan, tetapi juga perlu mendorong lahirnya kreativitas dan jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.

“Capaian ini membuktikan bahwa anak-anak SMK dari Bumi Maluku memiliki daya saing, kreativitas, serta semangat kewirausahaan (entrepreneurship) yang unggul di tingkat nasional,” ujarnya.

Tanamal berharap keberhasilan SASAGU PROJECT dapat memotivasi siswa SMK lainnya di Maluku untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan inovasi, dan menciptakan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap prestasi tersebut menjadi dorongan bagi sekolah untuk semakin memperkuat pembinaan kewirausahaan dan pengembangan kreativitas peserta didik.

“Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMK di Maluku untuk terus berkarya, berinovasi, dan melahirkan karya-karya produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Bagi Febby dan Jevinche, raihan Juara III dan Golden Ticket menuju Undiksha menjadi pencapaian penting dalam perjalanan mereka mengembangkan SASAGU PROJECT. Selain menjadi bentuk pengakuan atas gagasan usaha yang diusung, penghargaan tersebut juga membuka peluang lanjutan melalui program Golden Ticket yang diperoleh dalam kompetisi tersebut.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan peran strategis pendidikan vokasi dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di luar ruang kelas. Melalui pengembangan rencana usaha, peserta didik tidak hanya dituntut menguasai kompetensi keahlian, tetapi juga belajar membangun gagasan, mengasah kreativitas, serta melihat peluang usaha dari bidang yang mereka pelajari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *