AkuratMaluku.com – Sebanyak 169 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Ambon mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama, Senin (26/10/2026).
Pelaksanaan TKA di SMKN 2 Ambon dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dimulai Senin 26 Oktober hingga Kamis (29/10/2026), dengan tiga sesi setiap hari. Sementara gelombang kedua dijadwalkan berlangsung mulai 2 November 2026.
Kepala SMK Negeri 2 Ambon, Salim Nurdin, mengatakan pelaksanaan hari pertama berjalan dengan mengacu pada persiapan yang telah dilakukan sekolah, termasuk gladi selama empat hari sebelumnya.
Menurutnya, seluruh peserta yang terdaftar telah mengikuti rangkaian persiapan tersebut. Kehadiran peserta saat gladi menjadi salah satu indikator positif bagi sekolah dalam menghadapi pelaksanaan TKA.
“Semua peserta didik yang mendaftar untuk melaksanakan TKA itu hadir sesuai dengan ekspektasi kita. Kami memastikan seluruh peserta didik yang mengikuti TKA hadir dan melaksanakan tes kemampuan ini dengan baik,” kata Salim.
Selain menjadi lokasi pelaksanaan bagi siswa SMKN 2 Ambon, sekolah tersebut juga dipercaya menjadi tuan rumah peserta didik dari dua sekolah yang saat ini tengah menjalani program magang di Kota Ambon.
Menurut Salim, pembagian gelombang dan sesi dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas ruangan, ketersediaan fasilitas, serta jumlah peserta yang mengikuti TKA.
“Pembagian sesi dan gelombang itu berdasarkan kapasitas ruangan, jumlah fasilitas dan jumlah siswa. Karena itu kami mendapatkan dua gelombang, dan satu hari terdiri dari tiga sesi,” jelasnya.
Pada hari pertama, para peserta mengikuti mata pelajaran sesuai jadwal TKA yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kemudian dilanjutkan dengan mata pelajaran lainnya pada hari berikutnya hingga seluruh rangkaian ujian selesai.
TKA tahun ini juga beriringan dengan pelaksanaan Asesmen Nasional, termasuk survei karakter. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus memberikan perhatian terhadap kesiapan peserta, baik dari sisi akademik maupun kondisi kesehatan.
“Persiapan untuk kesehatan dan kondisi peserta didik juga menjadi perhatian kami. Apalagi TKA kali ini bersamaan dengan agenda Asesmen Nasional, sehingga membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra agar semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana TKA SMKN 2 Ambon, Erna Pattiradjawane, S.Pd, mengatakan kesiapan teknis menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran pelaksanaan TKA selama beberapa hari ke depan.
Dengan pelaksanaan yang terbagi dalam beberapa sesi, panitia memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan listrik dan kestabilan jaringan internet.
“Kami berharap dukungan PLN untuk pelaksanaan kegiatan ini. Karena TKA ini bersifat nasional dan pelaksanaannya berlangsung serentak, kami berharap dari pagi sampai selesai selama empat hari ini tidak ada kendala,” kata Erna.
Selain listrik, kestabilan jaringan internet juga menjadi perhatian panitia. Gangguan jaringan dikhawatirkan dapat menghambat proses pelaksanaan, terutama karena peserta mengikuti ujian dalam beberapa sesi dan gelombang.
“Kami berharap jaringan juga tidak mengalami kendala sehingga pelaksanaan gelombang pertama maupun gelombang kedua bisa terselenggara dengan lancar. Ending-nya, kami berharap hasil TKA juga memuaskan sesuai dengan harapan kita,” ujarnya.
Erna menjelaskan, SMKN 2 Ambon menyediakan dua ruangan dengan kapasitas sekitar 20 peserta per ruangan, atau sekitar 40 peserta dalam satu sesi. Sekolah juga menyiapkan ruangan cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan selama pelaksanaan.
Untuk menjaga objektivitas dan integritas pelaksanaan TKA, SMKN 2 Ambon menerapkan sistem pengawasan silang. Pengawasan dilakukan oleh guru dari SMK Negeri 5 Ambon.
Sistem tersebut diterapkan agar pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Setelah menyelesaikan TKA hari pertama, para siswa masih akan mengikuti rangkaian tes pada hari-hari berikutnya sesuai jadwal. Pihak sekolah berharap seluruh peserta tetap menjaga kesehatan, konsentrasi, dan kesiapan hingga seluruh tahapan ujian berakhir.
Erna berharap hasil TKA nantinya dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menentukan langkah setelah lulus, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Harapan kami, anak-anak bisa memanfaatkan hasil TKA ini untuk ke depan, baik dalam mencari pekerjaan maupun melanjutkan studi di perguruan tinggi,” tandas Erna.(*)








