KRIMINAL

Pratu Andi Syarif Bugis Belum Sadar, Keluarga Desak POM Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan

×

Pratu Andi Syarif Bugis Belum Sadar, Keluarga Desak POM Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan

Sebarkan artikel ini

AkuratMaluku.com, TELUK BINTUNI — Kondisi Pratu Andi Syarif Bugis yang dilaporkan belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan di RSUD Bintuni memicu kecemasan mendalam keluarganya. Di tengah ketidakpastian penyebab kejadian, keluarga mendesak Polisi Militer (POM) mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang dialami anggota TNI tersebut.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIT itu hingga kini masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Keluarga berharap penyelidikan dapat mengungkap secara jelas rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami kondisi serius hingga belum sadarkan diri.

Pratu Andi Syarif Bugis diketahui berasal dari Desa Tehua, Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Ia bertugas di Brigif 26 Gurana Piarawaimo, Bintuni.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini dari salah satu anggota keluarga berinisial AB Sabtu (10/10/26), perkara tersebut telah ditangani POM Bintuni dan masih dalam tahap penyelidikan. Meski demikian, keluarga meminta agar penanganan kasus dilakukan secara serius, transparan, dan menyeluruh agar seluruh fakta dapat terungkap.

Keluarga juga berharap POM Pusat dan POM Kodam XVIII/Kasuari turut memberikan perhatian terhadap perkara tersebut. Mereka meminta agar seluruh pihak yang mengetahui kejadian diperiksa, disertai penelusuran bukti medis dan informasi lain yang relevan.

KETERANGAN KERACUNAN ALKOHOL DIPERTANYAKAN

Salah satu persoalan yang dipertanyakan keluarga adalah keterangan seorang komandan regu (Danru) melalui sambungan telepon yang menyebut Pratu Andi Syarif Bugis mengalami keracunan alkohol.

Menurut penuturan keluarga, keterangan tersebut disampaikan setelah mereka menerima informasi mengenai dugaan adanya aktivitas minum-minuman bersama sejumlah rekan korban setelah yang bersangkutan naik pangkat.

Keluarga mengaku mempertanyakan mengapa hanya Pratu Andi Syarif Bugis yang disebut mengalami keracunan alkohol, sementara rekan-rekannya yang diduga ikut dalam kegiatan tersebut tidak dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Dalam percakapan itu, keluarga mengaku sempat bertanya kepada Danru, apakah yang mengalami keracunan alkohol hanya saudara mereka sendiri.

“Katong sodara sandiri saja yang keracunan alkohol?” tanya pihak keluarga, sebagaimana dituturkan kepada media ini.

Menurut keluarga, Danru menjawab, “Iyo, sandiri saja.”

Jawaban tersebut menimbulkan tanda tanya bagi keluarga. Mereka mempertanyakan kondisi korban yang dilaporkan belum sadarkan diri, terlebih karena keluarga mengaku menemukan lebam pada sejumlah bagian tubuhnya.

Keluarga juga menyampaikan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan, termasuk dipukul dan dibenturkan ke tembok serta dibanting. Namun, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan saksi, bukti medis, dan hasil penyelidikan aparat yang berwenang.

Keluarga meminta agar keterangan mengenai dugaan keracunan alkohol tidak langsung dijadikan kesimpulan sebelum didukung hasil pemeriksaan medis yang dapat dipertanggungjawabkan. Mereka berharap penyebab kondisi korban diperiksa secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kondisi Pratu Andi Syarif Bugis belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang diperoleh media ini. Karena itu, hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan POM menjadi penting untuk menguji seluruh keterangan yang berkembang, termasuk dugaan penganiayaan maupun informasi mengenai konsumsi alkohol.

ORANG TUA DATANG KE BINTUNI

Untuk mendapatkan kejelasan mengenai kondisi anak mereka, orang tua Pratu Andi Syarif Bugis telah berada di Bintuni. Kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya keluarga untuk mengetahui perkembangan kondisi korban sekaligus memantau penanganan perkara tersebut.

Keluarga menegaskan bahwa mereka menginginkan penjelasan yang terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Apabila penyelidikan menemukan adanya pelanggaran hukum, mereka berharap pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka juga meminta agar seluruh pihak yang memiliki informasi terkait kejadian diperiksa secara profesional. Keterangan saksi, rekam medis, hasil pemeriksaan terhadap kondisi fisik korban, serta bukti lain yang relevan diharapkan menjadi dasar untuk mengungkap peristiwa tersebut secara objektif.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan semata-mata tentang mencari pihak yang harus bertanggung jawab, melainkan juga memastikan kondisi korban mendapat penanganan serius dan hak-haknya tetap terlindungi.

Keluarga berharap POM Bintuni bersama jajaran terkait memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan kasus tersebut. Mereka juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan menyeluruh, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Hingga penyebab kejadian terungkap secara pasti, keluarga masih menanti kejelasan mengenai kondisi Pratu Andi Syarif Bugis yang dilaporkan belum sadarkan diri.

Keluarga berharap penyelidikan dilakukan hingga tuntas, seluruh fakta diungkap berdasarkan bukti, dan keadilan ditegakkan apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *