AkuratMaluku.com – Suasana aktivitas tambang batu sinabar di Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mendadak mencekam setelah seorang penambang mengalami penganiayaan, Sabtu (7/2/2026). Korban, La Ode Jamilu, terpaksa dievakuasi ke Puskesmas Iha untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka serius yang dideritanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, La Ode Jamilu, warga Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, mengalami luka di bagian kepala dan bibir, lecet pada siku tangan kanan, serta pembengkakan pada kaki yang diduga akibat hantaman benda keras. Kondisi korban sempat mengkhawatirkan sebelum akhirnya dibawa menggunakan jalur laut menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Insiden bermula dari cekcok antara korban dan seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Perdebatan terjadi setelah korban menegur pelaku yang dicurigai hendak mengambil sesuatu di kolam milik pemilik tambang tempat korban bekerja. Teguran tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Peristiwa ini memicu ketegangan di kalangan para penambang sinabar di Desa Luhu, yang khawatir insiden serupa dapat kembali terjadi.
Aparat keamanan setempat diharapkan segera turun tangan untuk meredam situasi serta melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan menangkap pelaku, demi menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan tambang tersebut.(*)












