AKURATMALUKU.COM – Pembangunan generasi muda Maluku mendapat pengakuan di tingkat nasional. Provinsi Maluku berhasil masuk tiga besar nasional dalam capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025. Prestasi ini menempatkan Maluku di bawah Bali dan Daerah Khusus Jakarta dalam pemeringkatan pembangunan kepemudaan nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 dan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Dalam pemeringkatan IPP 2025, Bali menempati posisi pertama, disusul Daerah Khusus Jakarta di urutan kedua, sedangkan Maluku berhasil berada pada posisi ketiga nasional.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa mempercayakan Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku, S.I. Patta, untuk menerima piala dan piagam penghargaan secara resmi.
Gubernur Hendrik Lewerissa mengatakan, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini turut mengambil bagian dalam pembangunan kepemudaan.
Menurutnya, capaian ini tidak boleh berhenti sebagai sebuah penghargaan seremonial. Sebaliknya, harus menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan, meningkatkan pemberdayaan, serta memperkuat peran generasi muda dalam berbagai sektor pembangunan.
“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus memacu kinerja pemerintah daerah dalam merancang program-program strategis yang berfokus pada pemuda sebagai subjek utama pembangunan,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, merupakan salah satu agenda penting Pemerintah Provinsi Maluku. Komitmen tersebut juga telah dituangkan dalam Sapta Cita Pembangunan Daerah Provinsi Maluku.
Lewerissa menambahkan, keberhasilan menempati posisi ketiga nasional bukan semata-mata menjadi kebanggaan pemerintah provinsi. Capaian tersebut merupakan hasil kontribusi masyarakat Maluku, terutama kalangan pemuda dan seluruh jajaran pemerintahan di 11 kabupaten/kota.
“Saya hadir mewakili Maluku, namun sesungguhnya penghargaan ini milik seluruh rakyat Maluku, para pemuda, serta jajaran Pemprov dan 11 kabupaten/kota yang telah bekerja keras,” tegasnya.
Gubernur berharap prestasi tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat pembangunan kepemudaan secara berkesinambungan. Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian IPP pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan capaian ini, tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan kepemudaan tidak hanya tercermin dalam angka pemeringkatan nasional, tetapi juga menghadirkan peluang nyata bagi generasi muda Maluku untuk berkembang, berinovasi, dan berkompetisi di tingkat nasional maupun global. (*)









