AkuratMaluku.com – Perdamaian bukan sekadar modal menjaga kerukunan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi investasi dan terbukanya lapangan pekerjaan. Pesan inilah yang ditegaskan Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, saat menghadiri pembukaan Muktamar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) XIV di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon, Jumat (30/10/2026).
Di hadapan peserta muktamar, Vanath menegaskan bahwa Maluku membutuhkan stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial sebagai fondasi mempercepat pembangunan ekonomi. Menurutnya, investor tidak akan mudah menanamkan modal di daerah yang masih dibayangi konflik dan ketidakpastian keamanan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kader KAMMI, mengambil bagian dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta merawat kerukunan antarumat beragama.
Vanath menilai, pemerintah daerah tidak bisa hanya bertumpu pada kemampuan menyediakan lapangan pekerjaan melalui program pemerintahan. Strategi yang lebih luas harus dibangun dengan menciptakan iklim investasi yang sehat sehingga mampu menarik investor dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan untuk menyediakan lapangan kerja. Yang harus dilakukan adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif agar para investor tertarik menanamkan modalnya di Maluku, membuka lapangan pekerjaan, dan pada akhirnya menurunkan angka pengangguran,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, keamanan dan perdamaian merupakan faktor penting yang ikut menentukan keputusan investor dalam memilih daerah tujuan investasi.
“Tidak ada investor yang memiliki modal besar mau menanamkan sahamnya di daerah yang sering mengalami konflik. Karena itu, mari kita terus menjaga solidaritas dan harmoni di antara umat beragama. Maluku harus menjadi daerah yang aman, damai, dan memberikan kepastian bagi siapa pun yang ingin berinvestasi,” tegas Vanath.
Selain mendorong investasi, Wagub juga menyoroti pentingnya memperluas akses pekerjaan bagi generasi muda Maluku. Salah satu peluang yang menurutnya perlu dimaksimalkan adalah penempatan tenaga kerja terdidik dan berkualitas ke luar negeri melalui program Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath secara khusus berharap Menteri Ketenagakerjaan dapat memberikan perhatian terhadap potensi sumber daya manusia di Maluku, termasuk melalui penyediaan kuota dan peluang penempatan tenaga kerja bagi anak-anak muda daerah.
“Kami berharap melalui Kementerian Ketenagakerjaan, ke depan ada kuota-kuota tertentu yang dapat disediakan bagi masyarakat Maluku. Kita memiliki anak-anak muda yang memiliki kapasitas dan kualitas. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk bekerja, memperoleh pengalaman, serta meningkatkan keterampilan di negara-negara tujuan,” ujarnya.

Menurut Vanath, kesempatan bekerja di luar negeri harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan generasi muda. Pengalaman serta modal yang diperoleh diharapkan dapat dibawa pulang untuk mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di Maluku.
Sementara itu, pembukaan Muktamar KAMMI XIV secara resmi dilakukan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., melalui pemukulan bedug bersama.
Muktamar yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 5 November 2026 tersebut mengangkat tema “Ale Rasa Beta Rasa: Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri”.
Dalam arahannya, Yassierli menitipkan empat pesan penting kepada seluruh kader KAMMI agar mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
Pertama, kader KAMMI harus membangun karakter lifelong learning, yakni semangat belajar sepanjang hayat dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan maupun perubahan zaman.
Kedua, KAMMI diharapkan menjadi bagian dari gerakan yang melahirkan inovator, perusahaan rintisan (startup), serta wirausaha baru yang mampu memperkuat perekonomian Indonesia.
Ketiga, organisasi mahasiswa ini diharapkan ikut mempercepat pemahaman dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja melalui pelatihan sesuai kebutuhan industri, pengembangan laboratorium solusi, serta pemberdayaan potensi lokal di setiap daerah.
Keempat, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada aktivitas sosial dan politik, tetapi juga harus berani mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurut Menteri, organisasi kepemudaan dan mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan perubahan, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Vanath sendiri berharap Muktamar KAMMI XIV tidak berhenti sebagai agenda organisasi semata, tetapi mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap penyelenggaraan muktamar tersebut belum dapat diberikan secara maksimal. Meski demikian, Pemprov Maluku menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, anggota DPR RI Sadiah Uluputty, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku sekaligus Ketua KAMMI Maluku Asis Sangkala, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku atau yang mewakili, Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Rektor UIN A.M. Sangadji, Ketua Pengurus Pusat KAMMI, pimpinan organisasi kepemudaan, serta peserta Muktamar KAMMI XIV.
Melalui forum nasional tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga mampu menjaga persatuan, memperkuat ekonomi, serta memberikan kontribusi konkret bagi kemajuan Maluku dan Indonesia. (*)









