AkuratMaluku.com – Kegiatan Madrasah With Impact atau Madrasah Berdampak bertema Moderasi Beragama dan Kelompok Kerja Guru (KKG) “Skenario Kurikulum Operasional” digelar di Aula MTsN 1 Maluku Tengah, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 21 Mei itu diikuti 125 peserta dari KKG se-Kecamatan Salahutu, Leihitu, dan Leihitu Barat.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Yamin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai landasan menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, tidak ada agama yang mengajarkan permusuhan, penghinaan, maupun sikap saling mencaci. Karena itu, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan kepada generasi muda melalui proses pembelajaran di madrasah maupun sekolah.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ode Abdurahman yang membawakan materi konstruksi kurikulum satuan pendidikan, Rouslim R. Musaad dengan materi penyusunan perangkat ajar berbasis KBC menggunakan kecerdasan buatan atau AI, serta Salma Pelupessy yang menyampaikan materi penetapan Kurikulum Operasional Madrasah.
Ketua panitia sekaligus Kepala MIN 5 Maluku Tengah, Dahlan Gazam, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat pemahaman moderasi beragama sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan kurikulum dan kualitas pembelajaran.
Ia menyebut Kelompok Kerja Guru memiliki peran strategis sebagai ruang kolaborasi tenaga pendidik untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan profesional demi terciptanya proses belajar mengajar yang lebih berkualitas di madrasah dan sekolah.(*)












