AkuratMaluku.com – Kunjungan siswa SMAN 13 Ambon ke Kompleks Pergudangan Halong milik Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Senin (20/4/2026), menjadi momentum pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas. Alih-alih sekadar teori, para pelajar diajak memahami secara langsung bagaimana sistem cadangan pangan nasional dikelola dan dijaga stabilitasnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diperkenalkan pada alur operasional gudang, mulai dari penerimaan komoditas hingga distribusi ke masyarakat. Mereka menyaksikan langsung proses penyimpanan beras, minyak goreng, dan gula, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai fungsi strategis Bulog dalam menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah dinamika kebutuhan nasional.
Tak hanya itu, aspek teknis pengelolaan logistik turut menjadi perhatian. Para siswa mempelajari cara penataan karung beras yang aman, teknik pengukuran kadar air, hingga pengendalian kualitas dan hama. Interaksi aktif terlihat dalam sesi diskusi, ketika peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar mekanisme distribusi dan tantangan pengelolaan pangan.
Kepala Kanwil Bulog Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi publik untuk memperkenalkan pentingnya ketahanan pangan kepada generasi muda. Ia menyebutkan stok beras nasional saat ini mendekati 5 juta ton, sementara wilayah Maluku dan Maluku Utara memiliki cadangan sekitar 15.000 ton yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
Menurutnya, transparansi proses pengelolaan pangan perlu dikenalkan sejak dini agar pelajar memahami peran strategis Bulog dalam rantai pasok nasional. Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus membuka ruang edukasi serupa, guna menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan di masa depan.(*)












