AkuratMaluku.com – Ketidakhadiran seorang peserta mewarnai pelaksanaan hari pertama Ujian Sekolah di SMK Al Wathan Ambon, Senin (13/4/2026). Dari total 52 siswa, satu di antaranya tidak mengikuti ujian tanpa keterangan yang jelas.
Kepala SMK Al Wathan Ambon, Juwairiyah Silehu, menyampaikan bahwa ketidakhadiran tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran oleh pihak sekolah. Langkah cepat diambil guna memastikan kondisi siswa sekaligus menjaga kelancaran proses ujian.
“Begitu diketahui ada siswa yang tidak hadir tanpa keterangan, kami segera melakukan pengecekan dengan mendatangi tempat tinggalnya,” kata Juwairiyah, Selasa (14/4/2026).
Namun, saat tim sekolah tiba di lokasi, siswa yang dimaksud tidak berada di tempat. Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa siswa tersebut sempat keluar rumah pada pagi hari mengenakan seragam sekolah, tetapi tidak terlihat tiba di sekolah.
Upaya lanjutan dilakukan pada hari kedua ujian. Pihak sekolah mengutus guru untuk menjemput langsung siswa tersebut. Pendekatan ini membuahkan hasil, sehingga yang bersangkutan akhirnya dapat mengikuti ujian pada hari berikutnya.
Meski telah kembali mengikuti ujian, siswa tersebut tetap diwajibkan menjalani ujian susulan untuk materi hari pertama. Pelaksanaan ujian susulan akan menggunakan paket soal berbeda sesuai aturan yang berlaku.
Juwairiyah menjelaskan, kondisi siswa yang tinggal sendiri di rumah kos tanpa pendampingan orang tua menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengawasan kesehariannya.
Secara keseluruhan, ia memastikan pelaksanaan Ujian Sekolah berbasis android di SMK Al Wathan Ambon hingga hari kedua berlangsung tertib, aman, dan tanpa hambatan berarti.
Selain itu, pihak sekolah juga telah menetapkan jadwal Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang akan dimulai pada 27 April 2026. Seluruh persiapan disebut telah berjalan sesuai rencana tanpa kendala.(*)












