AkuratMaluku.com – SMA Negeri 13 Ambon menjadi salah satu sekolah penerima peserta didik melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun 2026. Sebanyak 16 siswa dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Maluku resmi bergabung dan akan mendapatkan fasilitas pendidikan serta pembinaan selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Kepala SMAN 13 Ambon, Soleman Ahmad mengatakan, Program ADEM merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan yang bertujuan memberikan akses pendidikan menengah berkualitas bagi siswa lulusan SMP yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Program ADEM ini merupakan bentuk afirmasi dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai daerah agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik,” ujar Soleman,Selasa (14/7/26).
Ia menjelaskan, 16 siswa penerima Program ADEM di SMAN 13 Ambon berasal dari sejumlah wilayah di Maluku, di antaranya Kabupaten Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah, Maluku Tenggara, serta Buru Selatan.
Menurutnya, seluruh kebutuhan siswa ADEM selama berada di SMAN 13 Ambon akan ditanggung melalui program tersebut, termasuk tempat tinggal di asrama, kebutuhan belajar, hingga fasilitas pendukung lainnya yang telah disiapkan pihak sekolah.
“Siswa ADEM ini akan tinggal di lingkungan sekolah. Kami sudah menyiapkan asrama putra dan putri serta ruang makan. Semua fasilitas sudah dikondisikan sehingga mereka bisa mengikuti proses pendidikan dengan baik,” jelasnya.
Soleman menambahkan, pihak sekolah telah mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung keberlangsungan program tersebut. Bahkan, para siswa ADEM telah resmi masuk asrama dan siap mengikuti aktivitas pembelajaran bersama siswa lainnya.
Selain menerima siswa ADEM, SMAN 13 Ambon juga tengah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 460 siswa baru yang terbagi dalam 12 rombongan belajar.
Melalui MPLS, siswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek lingkungan sekolah, mulai dari tenaga pendidik, tata usaha, sejarah sekolah, aturan, kegiatan akademik, hingga organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, sehingga mereka mampu beradaptasi dan mengikuti proses belajar dengan maksimal,” tandas Soleman.(*)








