AkuratMaluku.com – Dalam kurun waktu satu tahun enam bulan memimpin, Kepala SMA Negeri 3 Maluku Tengah, Jolanda Koda, berhasil membawa berbagai perubahan signifikan yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tata kelola sekolah, hingga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, budaya disiplin menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan belajar yang lebih berkualitas. Seluruh siswa kini diwajibkan berada di kelas tepat pukul 07.30 WIT untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kebijakan itu juga diterapkan kepada para guru sehingga seluruh tenaga pendidik hadir tepat waktu dan menjalankan tugas secara profesional sesuai jadwal pembelajaran.
Menurut Jolanda Koda, disiplin merupakan langkah awal untuk membentuk karakter peserta didik sekaligus meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Disiplin bukan hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga guru. Ketika semua pihak menjalankantugas dengan baik, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah,” ujarnya, Kamis (2/7/26).
Selain memperkuat kedisiplinan, Jolanda juga mengembangkan visi dan misi sekolah sebagai arah pembangunan pendidikan yang lebih terukur. Pembenahan sistem manajemen sekolah dilakukan secara menyeluruh, baik pada aspek akademik maupun nonakademik.
Perubahan tersebut turut berdampak pada kualitas tata kelola sekolah yang semakin baik. Status akreditasi sekolah yang sebelumnya telah meraih predikat A kini berhasil dipertahankan dengan peningkatan kualitas yang diakui.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMAN 3 Maluku Tengah pun terus meningkat. Hal itu terlihat dari melonjaknya jumlah peserta didik baru. Jika pada tahun sebelumnya jumlah pendaftar belum mencapai 100 orang, maka pada tahun ajaran ini jumlah pendaftar meningkat menjadi sekitar 125 siswa dan terus bertambah hingga mendekati 130 calon peserta didik.
Peningkatan minat masyarakat tersebut menjadi indikator bahwa berbagai pembenahan yang dilakukan sekolah mulai mendapat apresiasi dari masyarakat.
Dalam meningkatkan prestasi siswa, pihak sekolah terus mendorong pengembangan karakter melalui nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Guru-guru diberikan ruang untuk membimbing peserta didik sesuai potensi dan bakat masing-masing.
Di bidang akademik, siswa SMAN 3 Maluku Tengah aktif mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Olimpiade Sains. Walaupun belum berhasil meraih juara, sekolah tetap memberikan dukungan penuh kepada siswa agar terus meningkatkan kemampuan dan pengalaman berkompetisi.
Sementara pada bidang nonakademik, sejumlah siswa berhasil mengharumkan nama sekolah melalui berbagai kegiatan di tingkat Kabupaten Maluku Tengah. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan bakat peserta didik berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas akademik.
Jolanda juga memiliki visi besar menjadikan SMAN 3 Maluku Tengah sebagai sekolah berbasis digital. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pengembangan sekolah dalam beberapa tahun ke depan agar mampu sejajar dengan sekolah-sekolah maju di wilayah perkotaan.
Ia menegaskan, transformasi digital akan dimulai dari sistem administrasi hingga proses pembelajaran berbasis teknologi informasi. Seluruh layanan sekolah nantinya akan diarahkan menggunakan sistem digital yang terintegrasi.
“Kami ingin sekolah ini tidak tertinggal hanya karena berada di wilayah pinggiran. Kami akan membangun sistem digital sehingga pelayanan pendidikan menjadi lebih modern, efektif, dan mudah diakses,” katanya.
Di tengah berbagai keterbatasan sarana prasarana akibat dampak kerusuhan maupun gempa bumi yang pernah melanda wilayah tersebut, pihak sekolah tetap melakukan pembenahan secara bertahap.
Dengan memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berbagai ruang kelas yang mengalami kerusakan telah diperbaiki agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan nyaman. Di sisi lain, sekolah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperoleh dukungan renovasi bangunan secara menyeluruh pada tahun-tahun mendatang.
Prestasi akademik sekolah juga menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Pada pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana, sejumlah siswa mampu meraih nilai di atas 80 pada mata pelajaran yang diujikan.
Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras peserta didik yang mengikuti ujian secara mandiri tanpa bantuan perangkat komunikasi maupun pihak lain.
Rapor Pendidikan SMAN 3 Maluku Tengah juga mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan tahun 2024, capaian tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang lebih baik, khususnya pada indikator numerasi yang memperoleh penilaian sangat positif.
Selama empat tahun berturut-turut, indikator Rapor Pendidikan sekolah tetap berada pada kategori hijau, dengan peningkatan kualitas yang semakin kuat pada tahun terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas pembelajaran sekaligus efektivitas strategi pengajaran yang diterapkan para guru.
Keberhasilan lain juga terlihat dari meningkatnya capaian lulusan. Banyak alumni berhasil diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dengan 18 siswa lolos ke berbagai perguruan tinggi negeri pada tahun terakhir.
Selain itu, setiap tahun terdapat lulusan yang diterima melalui jalur seleksi nasional lainnya maupun perguruan tinggi swasta di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan beberapa alumni berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi di Pulau Jawa.
Tidak hanya di bidang pendidikan tinggi, sejumlah lulusan SMAN 3 Maluku Tengah juga berhasil lolos seleksi menjadi anggota TNI dan Polri, mulai dari tingkat tamtama hingga mengikuti seleksi perwira. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sekolah mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing di berbagai bidang.
Bagi Jolanda Koda, seluruh keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah, terutama guru-guru yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran.
Ia berharap SMAN 3 Maluku Tengah terus berkembang menjadi sekolah unggulan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, serta siap bersaing di tingkat nasional melalui penguatan disiplin, inovasi pembelajaran, dan transformasi digital yang berkelanjutan.(*)








