AkuratMaluku.com – Kementerian Agama Kota Ambon dan Rumah Sakit Umum Siloam Ambon menjalin kerjasama dalam rangka memberikan pendampingan dan bimbingan rohani kepada pasien. Kerja sama yang tertuang dalam PKS itu ditandatangani Direktur Hospital Siloam Ambon, Dr. Paulus Triaji Hadiwijaya dan Kepala Kemenag Kota Ambon Fachrurrazy Hasanusi dengan melibatkan para pemuka agama, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha, Senin (25/5/26).
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga memberikan penguatan mental dan spiritual bagi pasien selama menjalani perawatan.
Atas kerja sama ini, pasien dan keluarga yang membutuhkan pendampingan akan mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling rohani. Sehingga mampu memberikan penguatan iman, dukungan moral, serta ketenangan batin di tengah proses pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Dalam pelayanan kesehatan tidak hanya mengandalkan penanganan medis semata, dukungan moral dan spiritual juga memiliki peran penting dalam proses kesembuhan pasien.”Jadi tidak saja penyembuhan secara fisik,kami tentu butuh dukungan semua pihak baik pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat, untuk mendukung kesembuhan pasien secara menyeluruh,” ujar Paulus.
Paulus berharap pelayanan keagamaan dan pendampingan spiritual di lingkungan rumah sakit dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga pasien tidak hanya memperoleh kesembuhan fisik, tetapi juga ketenangan jiwa selama menjalani pengobatan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Fachrurrazy Hassannusi, menyampaikan terima kasih kepada pihak RS Siloam Ambon, khususnya Direktur dr. Paulus Triaji Hadiwijaya, atas dukungan penuh terhadap program kerja sama tersebut.
Menurut Fachrurrazy, Kementerian Agama hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat kapan saja dan di mana saja. Ia menilai rumah sakit merupakan lembaga strategis dalam pelayanan publik, sehingga aspek spiritual dan keagamaan perlu diperkuat melalui kolaborasi bersama.(*)








