AkuratMaluku.id – Keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan teknologi. Dukungan masyarakat, stabilitas sosial, serta sinergi pemerintah dan TNI menjadi faktor penting agar proyek strategis tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Maluku.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, saat menghadiri Seminar Komunikasi Sosial (Komsos) TNI bertajuk “Socio-Culture Net Again Memastikan Sustainabilitas Operasional Proyek Lapangan Abadi Masela”, Selasa (20/10/2026), di Ballroom Raja Seafood, Ambon.
Vanath menilai keberadaan proyek strategis berskala besar seperti Blok Masela harus dibarengi dengan komunikasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan masyarakat memahami arah dan manfaat pembangunan yang akan berlangsung di wilayah Maluku.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku selama ini masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, baik melalui belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD. Karena itu, kita membutuhkan investasi swasta yang lebih besar agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Vanath.
Ia mengatakan investasi swasta mempunyai posisi penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan, investasi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi lainnya sehingga masyarakat memperoleh dampak langsung dari aktivitas pembangunan.
Karena itu, Wagub mendorong keterlibatan seluruh elemen daerah untuk menjaga keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela. TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, maupun masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kondisi sosial yang mendukung investasi.
Vanath menegaskan, keberhasilan proyek tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga kepercayaan investor terhadap Maluku.
“Stabilitas, komunikasi, dan kepastian sosial menjadi aspek penting yang perlu kita jaga bersama,” katanya.
Namun, dukungan terhadap investasi, kata Vanath, harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap potensi dampak sosial dan lingkungan. Berbagai risiko perlu dipetakan sejak tahap persiapan hingga proyek memasuki fase operasional.
Menurutnya, langkah mitigasi harus disiapkan agar aktivitas proyek tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat maupun lingkungan. Bahkan, aspek keberlanjutan perlu dipikirkan hingga setelah masa operasional perusahaan berakhir.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Vanath, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan tersebut tetap harus berjalan dalam koridor keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta penghormatan terhadap kearifan lokal.
Seminar Komsos TNI tersebut mengangkat tema “Dengan Komunikasi Sosial TNI, Kita Dukung Program Pemerintah dalam Mewujudkan Asta Cita Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan digelar secara luring dan daring.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, para pejabat utama Kodaeral IX Ambon, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia secara daring, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman, Rektor UIN A.M. Sangadji, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan instansi vertikal, akademisi, narasumber, serta moderator.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mengawal keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela. Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi investasi strategis, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.(*)








