AkuratMaluku.com — Ujian bukan sekadar soal menjawab pertanyaan. Bagi 41 siswa kelas XII MA Al Fatah Ambon, Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 26 Oktober 2026 menjadi ajang pembuktian atas kesiapan akademik sekaligus pijakan menuju jenjang perguruan tinggi.
Kepala MA Al Fatah Ambon, La Kantje mengatakan, madrasah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan para siswa tidak menghadapi TKA tanpa bekal. Guru mata pelajaran terlebih dahulu diberikan kisi-kisi sebagai acuan untuk memperkuat proses pembelajaran sekaligus memberikan gambaran kepada siswa mengenai materi yang akan dihadapi.
“Guru mata pelajaran sudah kami berikan kisi-kisi TKA. Dari situ anak-anak kelas XII bisa mendapatkan gambaran mengenai soal yang akan mereka hadapi,” kata La Kantje,Selasa (6/10/26).
Menurutnya, simulasi TKA yang berlangsung pada 5 hingga 6 Oktober menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Simulasi tidak hanya bertujuan membiasakan siswa dengan pola soal, tetapi juga membantu mereka memahami mekanisme pelaksanaan TKA sebelum menghadapi ujian sebenarnya pada 26 Oktober mendatang.
La Kantje menegaskan, dalam beberapa pekan tersisa, guru diminta lebih memfokuskan pembelajaran pada kisi-kisi TKA, termasuk memperdalam mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan masing-masing siswa. Ia berharap pilihan tersebut benar-benar diikuti dengan keseriusan belajar sehingga siswa mampu memperoleh hasil maksimal.
“Kalau sudah memilih mata pelajaran tertentu, mereka harus benar-benar maksimal belajar dan memberikan yang terbaik pada tanggal 26 Oktober,” tegasnya.
Ia menjelaskan, TKA juga menjadi salah satu gambaran kemampuan akademik siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, hasil yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi cerminan kemampuan akademik masing-masing siswa setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah aliyah.
Untuk memperkuat kesiapan tersebut, pihak madrasah juga berencana menggelar pertemuan bersama orang tua siswa kelas XII sekitar 20 Oktober. Langkah ini dinilai penting karena keberhasilan siswa tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan pengawasan orang tua, termasuk memastikan kedisiplinan serta kesiapan anak mengikuti setiap tahapan TKA.
La Kantje mengakui, masih terdapat sejumlah siswa yang datang terlambat mengikuti simulasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian madrasah agar orang tua turut memahami pentingnya kesiapan siswa menghadapi TKA.
“Kami ingin orang tua juga mengetahui bahwa TKA ini harus diikuti dengan serius. Kerja sama antara madrasah dan orang tua sangat penting agar anak-anak memiliki tanggung jawab dan dapat mengikuti TKA dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA harus menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka secara mandiri. Nilai yang diperoleh nantinya merupakan hasil dari kemampuan masing-masing siswa sehingga kejujuran, kesiapan, dan kesungguhan belajar menjadi hal utama.
Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, MA Al Fatah Ambon kini memaksimalkan pembelajaran, simulasi, serta koordinasi dengan orang tua. Sebanyak 41 siswa kelas XII diharapkan mampu menghadapi TKA pada 26 Oktober 2026 dengan kesiapan akademik dan mental yang matang.(*)








