AMBONPENDIDIKAN

Buka Workshop Implementasi KBC di MAN Ambon, Ini Pesan Kabid Madrasah

×

Buka Workshop Implementasi KBC di MAN Ambon, Ini Pesan Kabid Madrasah

Sebarkan artikel ini

AKURATMALUKU.COM – Pemerataan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah se-Maluku masih menjadi pekerjaan rumah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Maluku. Keterbatasan anggaran dan kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi tantangan dalam memastikan kebijakan tersebut diterapkan secara optimal di seluruh madrasah.

Karena itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Maluku, Hj. Farida Laisouw, meminta seluruh madrasah, terutama yang telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project), memastikan implementasi KBC berjalan nyata dalam proses pembelajaran.

Pesan tersebut disampaikan Farida saat membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula MAN Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Dalam sambutannya, Farida menegaskan, penetapan madrasah sebagai pilot project harus diikuti dengan komitmen untuk menjalankan program tersebut. Implementasi KBC, menurutnya, tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi harus diwujudkan melalui praktik pembelajaran sehari-hari.

Selain penguatan implementasi KBC, Farida juga mendorong para guru di Maluku untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan teknologi digital.

Ia mengajak tenaga pendidik mengikuti program pengembangan kompetensi digital, termasuk Google for Education, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh sertifikat internasional.

Farida mengungkapkan, capaian guru madrasah di Maluku dalam program tersebut menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, Maluku menempati peringkat kedua dalam kelompok provinsi kategori Elang, setelah Provinsi Bengkulu.

Ia menjelaskan, sebelumnya Maluku mengumpulkan 19 poin, sementara Bengkulu berada pada angka 30 poin dan Papua 18 poin. Namun, berdasarkan perkembangan terbaru, capaian Maluku meningkat menjadi 25 poin.

“Kita berharap seluruh guru dapat berpartisipasi sehingga peringkat Maluku bisa meningkat dan menjadi yang terbaik di kelompok provinsi kategori Elang,” ujarnya.

Menurut Farida, penguasaan teknologi digital merupakan kebutuhan penting bagi tenaga pendidik di tengah perkembangan dunia pendidikan. Guru dituntut mampu menghasilkan konten pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan minat, kebutuhan, serta perkembangan peserta didik.

Ia juga menyebutkan, dari 318 guru di Kota Ambon yang telah terdata mengikuti program tersebut, sebanyak 155 orang dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat internasional Google for Education.

Karena itu, guru yang belum mengikuti program tersebut diminta segera mendaftar serta berkoordinasi dengan rekan-rekan yang telah lebih dahulu memperoleh sertifikat.

Terkait penerapan KBC, Farida menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan penyempurnaan dari kurikulum yang telah berjalan, bukan pengganti kurikulum nasional yang selama ini digunakan madrasah.

Landasan implementasinya antara lain Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 mengenai Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Menurutnya, KBC hadir untuk memperkuat dimensi spiritual, emosional, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan. Pendekatan ini diharapkan dapat melengkapi proses pembelajaran dengan menempatkan nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Meski demikian, Farida mengakui penerapan KBC di Maluku belum berjalan maksimal. Selain keterbatasan anggaran, kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan menjadi kendala dalam pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan secara langsung ke seluruh madrasah.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, dari total 474 madrasah di Maluku, sebanyak 417 madrasah menjadi sasaran pendataan. Dari jumlah tersebut, 103 madrasah telah menerapkan KBC secara utuh, 250 madrasah masih dalam tahap penerapan, sedangkan 64 madrasah lainnya belum masuk dalam kategori penerapan KBC.

Selain itu, masih terdapat sekitar 57 madrasah yang belum terdata atau belum memberikan informasi secara jelas terkait implementasi program tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Maluku untuk memperluas sosialisasi dan pendampingan, sekaligus memastikan seluruh madrasah memahami konsep serta model penerapan KBC.

Farida berharap, setiap kegiatan pengembangan pendidikan yang dilaksanakan tidak sekadar memenuhi agenda program, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan madrasah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MAN Ambon, Rouslim Rasyad Musaad, dalam laporannya mengatakan, workshop tersebut difokuskan pada penguatan pemahaman dan strategi pembelajaran berbasis cinta.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan sosialisasi sebelumnya telah dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi.

Melalui workshop tersebut, para guru kembali mendapatkan penguatan, terutama dalam menyusun strategi pembelajaran dan asesmen yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.

Menurut Rouslim, proses pembelajaran di MAN Ambon juga telah diarahkan untuk menerapkan prinsip-prinsip KBC sejak kebijakan tersebut mulai diperkenalkan pada 2024.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan mutu dan produktivitas guru dalam merancang desain pembelajaran sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila.

“Melalui pembelajaran ini, para guru diharapkan memperoleh pengalaman dan materi yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan, sehingga peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran,” ungkapnya.

Rouslim menambahkan, penguatan kapasitas melalui workshop tersebut diharapkan dapat melahirkan tenaga pendidik yang memiliki identitas dan karakter kuat dalam menjalankan tugas pendidikan di lingkungan madrasah.

Dengan demikian, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menjadi kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar tercermin dalam pendekatan guru saat mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.

Sebelum membuka workshop tersebut, Farida Laisouw juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MAN Ambon kepada Rouslim Rasyad Musaad.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *