AkuratMaluku.com — Tantangan geografis kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerataan layanan kelistrikan. Pesan itu mengemuka dalam kunjungan Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, ke PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Jumat (2/10).
Dalam agenda “Baku Dapa Direktur Distribusi PT PLN (Persero) bersama Pegawai PLN Group Maluku dan Maluku Utara”, Arsyadany menegaskan pentingnya memperkuat pelayanan hingga wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), termasuk melalui percepatan program Listrik Desa (Lisdes).
Kunjungan tersebut turut didampingi Executive Vice President Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Sugeng Widodo. Kedatangan rombongan disambut General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, bersama jajaran manajemen PLN UIW MMU dan PLN Group di Maluku dan Maluku Utara.
Bagi PLN UIW MMU, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan secara langsung kondisi kelistrikan di wilayah kepulauan. Dony memaparkan profil pengusahaan, mulai dari kondisi sistem kelistrikan, cakupan pelayanan dan jumlah pelanggan, kinerja penjualan tenaga listrik hingga perkembangan infrastruktur kelistrikan.
Paparan itu sekaligus menggambarkan kompleksitas pelayanan listrik di Maluku dan Maluku Utara yang memiliki karakter geografis kepulauan. Di tengah tantangan tersebut, PLN terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan keandalan sistem sekaligus memperluas akses listrik kepada masyarakat.
Dony mengatakan, kehadiran Direktur Distribusi memberikan dorongan tersendiri bagi pegawai PLN yang selama ini menjalankan tugas di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang tidak mudah.
“Kami merasa terhormat dapat menerima kunjungan Ibu Direktur Distribusi di PLN UIW MMU.
Kehadiran beliau menjadi inspirasi sekaligus penyemangat bagi seluruh insan PLN di Maluku dan Maluku Utara, termasuk rekan-rekan kami yang bertugas di wilayah 3T, untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Dony, Sabtu (3/10/2026).
Sementara itu, Arsyadany meminta jajaran PLN tidak berhenti melakukan pembenahan dan pengembangan kapasitas. Menurutnya, setiap pegawai harus mampu melihat tantangan sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menghasilkan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah keberlanjutan program Lisdes. Arsyadany menekankan agar program tersebut terus dituntaskan secara bertahap sebagai bagian dari upaya PLN memperluas akses listrik, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan.
“Di mana pun kita berada dan bertugas, berikan yang terbaik. Terus tantang diri untuk berkembang dan jangan berhenti di zona nyaman. Perkuat kolaborasi, kenali potensi daerah tempat kita bertugas, sehingga kita dapat melihat apa yang bisa PLN lakukan untuk memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” kata Arsyadany.
Perhatian khusus juga diberikan kepada para pegawai yang bertugas di daerah 3T. Dalam sesi dialog, Arsyadany menyapa pegawai Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bobong dan ULP Elat yang menjalankan tugas pelayanan di wilayah tersebut.
Ia mendorong para pegawai untuk tetap menjaga kualitas pelayanan sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah. Potensi yang dimiliki masing-masing daerah juga diharapkan dapat dikenali dan dikembangkan sehingga keberadaan listrik memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi internal PLN sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pelayanan kelistrikan di Maluku dan Maluku Utara.
Dengan karakter wilayah kepulauan yang membutuhkan pendekatan berbeda, PLN UIW MMU terus diarahkan untuk memperkuat keandalan sistem, memperluas elektrifikasi secara bertahap, serta memastikan pelayanan kelistrikan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah 3T.
Penguatan layanan tersebut juga diharapkan tidak hanya meningkatkan akses listrik, tetapi turut membuka ruang bagi berkembangnya potensi ekonomi daerah dan meningkatkan manfaat kehadiran listrik bagi masyarakat di Maluku dan Maluku Utara. (*)








