AkuratMaluku.com – Sebanyak 74 siswa dari enam satuan pendidikan keagamaan Kristen di Maluku bersiap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen 2026. Persiapan kini memasuki tahap akhir, dengan perhatian diarahkan pada kesiapan peserta, perangkat ujian hingga jaringan internet.
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Stepanus Tia, S.E., M.Pd., mengatakan koordinasi dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan seluruh sekolah peserta siap melaksanakan TKA dan Asesmen.
“Persiapan sudah dilakukan. Kami terus melakukan koordinasi melalui tim yang bertanggung jawab untuk memantau kesiapan sekolah-sekolah yang akan mengikuti TKA dan Asesmen, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” kata Stepanus, Selasa (20/10/26).
Pelaksanaan TKA untuk sejumlah sekolah dijadwalkan mulai 26 Oktober 2026, sedangkan sekolah lainnya mengikuti jadwal pada 2 November 2026.
Adapun 74 peserta tersebut berasal dari enam satuan pendidikan, yakni SMTK Ambon 11 siswa, SMAK Rambatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 15 siswa, SMTK Sola Gracia 23 siswa, SMAK Hukuanakota SBB 10 siswa, SMTK T.H. Arma 11 siswa, serta SMAK Yamtel Kabupaten Maluku Tenggara empat siswa.
Dari enam satuan pendidikan tersebut, empat sekolah akan melaksanakan TKA secara mandiri di sekolah masing-masing. Sementara SMAK Hukuanakota dan SMTK T.H. Arma masih menggunakan sekolah lain sebagai lokasi pelaksanaan.
Kondisi tersebut membuat koordinasi menjadi faktor penting agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Stepanus meminta pihak yayasan dan kepala sekolah tidak mengabaikan kesiapan sarana pendukung. Perangkat komputer serta jaringan internet harus dipastikan berfungsi sebelum pelaksanaan dimulai.
“Yang paling penting, sekolah harus memastikan semua kebutuhan pelaksanaan tersedia, terutama jaringan internet dan perangkat pendukung lainnya,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis, ia mengingatkan peserta untuk mengikuti asesmen dengan jujur. Menurutnya, hasil yang diperoleh harus benar-benar menggambarkan kemampuan siswa sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan pendidikan mereka ke depan.
“Kejujuran dalam mengikuti asesmen juga harus dijaga, karena hasil yang diperoleh harus benar-benar mencerminkan kemampuan siswa,” ujarnya.
Tak kalah penting, kondisi kesehatan peserta dan guru juga menjadi perhatian. Stepanus meminta seluruh pihak menjaga kesehatan menjelang pelaksanaan TKA agar proses ujian dapat diikuti secara optimal.
“Kami berharap para siswa dan guru tetap menjaga kesehatan, mempersiapkan diri dengan baik, serta mengikuti seluruh proses dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Bimas Kristen Kanwil Kemenag Maluku berharap pelaksanaan TKA dan Asesmen di enam satuan pendidikan tersebut berjalan tertib dan lancar.(*)








