AkuratMaluku.com – Usai ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ambon, Rouslim Rasyad Musaad mulai menyiapkan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, prestasi siswa, serta kompetensi tenaga pendidik di madrasah tersebut. Salah satu prioritasnya adalah memperkuat kelas multimedia berbasis keterampilan agar lulusan MAN Ambon tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja.
Rouslim mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sebelumnya. Mengingat masa kepemimpinannya dimulai menjelang akhir tahun, sejumlah program pengembangan akan dipersiapkan untuk mulai dilaksanakan secara lebih terarah pada tahun mendatang.
Menurutnya, peningkatan prestasi peserta didik menjadi salah satu fokus utama. MAN Ambon ditargetkan mampu melahirkan lebih banyak siswa berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Selain siswa, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian. Rouslim ingin memastikan para tenaga pendidik memiliki keterampilan dan kompetensi yang terus berkembang sehingga proses pembelajaran di MAN Ambon semakin inovatif dan berkualitas.
“Target kita tahun depan adalah bagaimana lebih banyak siswa MAN Ambon meraih prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Kemudian, para guru juga harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang lebih baik sehingga proses pembelajaran semakin berkualitas,” ujarnya, Sabtu (7/11/26).
Untuk mendukung agenda tersebut, pihaknya merencanakan pertemuan bersama orang tua siswa pada Januari mendatang. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah persiapan penerapan sistem lima hari kerja di lingkungan MAN Ambon.
Di sisi lain, Rouslim juga ingin mendorong kegiatan siswa agar tidak hanya terpusat di lingkungan madrasah. Peserta didik diharapkan lebih banyak terlibat dalam kegiatan di tengah masyarakat sehingga keberadaan MAN Ambon dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian Rouslim adalah pengembangan kelas multimedia sebagai bagian dari identitas MAN Ambon sebagai madrasah berbasis keterampilan.
Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi juga memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja.
Dalam pengembangannya, kelas multimedia akan diarahkan pada beberapa bidang keahlian, yakni desain grafis, jaringan komputer, dan pemrograman.
Rouslim menjelaskan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi UIN Ambon untuk menjajaki dukungan tenaga pendamping serta pelaksanaan program magang bagi peserta didik. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan siswa.
Pada kelas X, siswa akan mendapatkan pembelajaran dan penguatan dasar keterampilan. Selanjutnya, ketika memasuki kelas XI, mereka direncanakan mengikuti program magang di laboratorium terpadu UIN Ambon maupun sejumlah kantor BUMN, perusahaan percetakan, dan instansi lain yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing.
Sementara ketika berada di kelas XII, siswa akan diarahkan mengikuti praktik kerja di berbagai instansi pemerintahan maupun lembaga yang sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari.
“Jadi, kita ingin siswa memiliki keterampilan yang benar-benar bisa digunakan. Ketika lulus dari MAN Ambon, mereka sudah mempunyai bekal dan kemampuan sehingga memiliki peluang untuk melamar pekerjaan sesuai bidang keahliannya,” Jela Rouslim yang akrab di sapa Babang itu.
Dari sisi sumber daya manusia, Rouslim menyebutkan MAN Ambon telah memiliki dua tenaga pendidik bidang teknologi informasi dengan latar belakang pendidikan yang relevan, yakni sarjana komputer terapan dan sarjana komputer bidang pemrograman.
Keberadaan kedua tenaga pendidik tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam membimbing dan mengembangkan kemampuan siswa kelas multimedia.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan internal, Rouslim juga berencana membuka kerja sama pendidikan dengan SMA Xaverius Ambon.
Kerja sama tersebut akan dikembangkan melalui program guru dan siswa tamu. Dalam skema ini, sejumlah guru mata pelajaran umum dan siswa MAN Ambon berkesempatan mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMA Xaverius. Sebaliknya, guru dan siswa SMA Xaverius juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pembelajaran di MAN Ambon.Menurut Rouslim, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar, membangun pertukaran pengetahuan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran antarsekolah.
Ia berencana segera berkoordinasi dengan pihak SMA Xaverius untuk membicarakan teknis pelaksanaan dan bentuk kerja sama yang memungkinkan direalisasikan.
“Ini masih tahap penjajakan. Dalam waktu dekat saya akan mencoba berkoordinasi dengan kepala SMA Xaverius untuk membahas kemungkinan pelaksanaan program guru dan siswa tamu tersebut,” katanya.
Selain itu, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi informasi juga akan terus didorong kepada seluruh guru MAN Ambon.
Rouslim menilai pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan. Karena itu, para guru diharapkan terus mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.
Melalui sejumlah program tersebut, Rouslim berharap MAN Ambon dapat berkembang menjadi madrasah yang tidak hanya menghasilkan peserta didik berprestasi, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.(*)









