AMBONPENDIDIKAN

291 Siswa Madrasah Adu Kemampuan, Ambon Siapkan Wakil Terbaik ke Provinsi

×

291 Siswa Madrasah Adu Kemampuan, Ambon Siapkan Wakil Terbaik ke Provinsi

Sebarkan artikel ini

AkuratMaluku.com – Persaingan peserta didik madrasah di Kota Ambon untuk menjadi yang terbaik dimulai. Sebanyak 291 siswa dari tiga jenjang pendidikan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Ambon Tahun 2026.

Kompetisi akademik tersebut berlangsung selama tiga hari, 7-9 September 2026, dengan pusat kegiatan di Aula MAN Ambon. Para peserta akan beradu kemampuan pada sejumlah mata pelajaran sesuai jenjang masing-masing.

OMI Tingkat Kota Ambon secara resmi dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Fachrurrazy Hasanusi, Senin (7/9/2026). Pembukaan ditandai dengan penyematan kartu peserta kepada perwakilan siswa dari jenjang MI, MTs dan MA.

Ketua Panitia OMI Tingkat Kota Ambon, Ahmad Sou, mengatakan ratusan peserta tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum yang mengikuti kompetisi pada jenjang yang diperlombakan.

Rinciannya, jenjang MA diikuti 124 peserta yang berasal dari tujuh madrasah dan satu SMA Assalam Ambon. Kemudian jenjang MTs melibatkan 93 peserta dari 11 madrasah serta SMP Cendekia dan SMP Islam Terpadu Assalam Ambon.

Sementara pada jenjang MI, tercatat 74 peserta yang berasal dari 14 madrasah dan SD Cendekia.

“Total peserta dari jenjang MI, MTs dan MA sebanyak 291 peserta,” kata Ahmad dalam laporan panitia.

Pada jenjang MA, peserta akan berkompetisi pada bidang Matematika, Biologi, Kimia, Geografi, Ekonomi dan Fisika.

Sedangkan jenjang MTs mempertandingkan Matematika, IPA dan IPS. Untuk jenjang MI, bidang yang diujikan meliputi Matematika dan IPAS.

Persaingan tersebut menjadi tahapan penting untuk menjaring peserta didik terbaik yang nantinya berpeluang membawa nama Kota Ambon dalam kompetisi OMI pada tingkat Provinsi Maluku.

Kepala Kemenag Kota Ambon, Fachrurrazy Hasanusi, mengatakan OMI harus dipandang lebih jauh dari sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan potensi, bakat, kecerdasan, kreativitas, sportivitas dan karakter peserta didik madrasah.

“Menang tentu membanggakan, tetapi berani berkompetisi, berusaha maksimal, dan menjunjung sportivitas adalah sebuah prestasi yang juga patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia meminta para peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Sebaliknya, pengalaman mengikuti kompetisi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan membangun kepercayaan diri.

Fachrurrazy juga menekankan pentingnya nilai kejujuran, disiplin, kerja keras dan persaudaraan selama pelaksanaan OMI.

Menurut dia, madrasah memiliki tantangan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan inovasi.

“Jangan jadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Jadikanlah olimpiade ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, menambah pengalaman, membangun persahabatan, dan menunjukkan bahwa peserta didik madrasah mampu berprestasi dan bersaing secara sehat,” pesannya.

Ia pun berharap seluruh proses kompetisi berlangsung objektif, transparan dan sportif sehingga peserta terbaik yang terpilih benar-benar mampu menjadi representasi Kota Ambon pada kompetisi tingkat selanjutnya.

Hasil pemenang OMI Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 dijadwalkan diumumkan pada 12 September 2026.

Bagi para peserta, momentum ini bukan sekadar tentang siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, OMI menjadi ruang pembuktian kemampuan sekaligus tahapan untuk menyiapkan talenta-talenta terbaik madrasah Kota Ambon menuju panggung kompetisi di tingkat Provinsi Maluku.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *