AkuratMaluku.com – Anggota DPD RI asal Maluku, DR. Nono Sampono menyoroti minimnya dukungan pemerintah terhadap Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon setelah mengetahui instansi tersebut belum pernah mendapatkan pengadaan mobil pemadam kebakaran baru maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Hal itu terungkap saat kunjungan reses Nono Sampono ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon, Senin (11/5/2026). Dalam pertemuan bersama Kepala Dinas Damkar Kota Ambon, A. J. Hehamahua beserta jajaran, berbagai persoalan disampaikan mulai dari keterbatasan armada, minimnya dukungan anggaran hingga kebutuhan penambahan pos pelayanan.

“Kami sampai saat ini belum pernah menerima Dana Alokasi Khusus, sementara OPD lain mendapatkan. Padahal kebutuhan kami cukup besar,” ujar Hehamahua.
Ia menjelaskan, kondisi armada Damkar Kota Ambon saat ini cukup memprihatinkan. Dari total 11 unit armada yang dimiliki, tiga di antaranya mengalami rusak berat. Bahkan selama beberapa tahun terakhir tidak ada pengadaan mobil damkar baru.
“Yang ada hanya hibah. Jadi armada yang kami operasikan saat ini semuanya berasal dari bantuan hibah,” katanya.
Menurut Hehamahua, Damkar Kota Ambon saat ini masih berstatus organisasi tipe C meski memiliki 247 personel dengan tiga peleton dan beban kerja yang tinggi. Ia menilai kondisi tersebut sudah layak ditingkatkan menjadi tipe B bahkan tipe A.
Menanggapi hal tersebut, Nono Sampono mengaku prihatin. Ia menilai profesi pemadam kebakaran merupakan pekerjaan kemanusiaan yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Pemadam kebakaran ini pekerjaan kemanusiaan yang sangat mulia karena menyelamatkan nyawa masyarakat. Tetapi perhatian terhadap mereka masih sangat kurang,” kata Nono.
Ia juga menyoroti kondisi geografis Kota Ambon yang dipenuhi kawasan padat penduduk, lorong sempit dan daerah perbukitan sehingga membutuhkan dukungan armada serta pos pelayanan yang memadai agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Menurut Nono, keberadaan pos damkar di setiap kecamatan sangat penting untuk mempercepat response time ketika terjadi musibah kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Saat ini Damkar Kota Ambon baru memiliki tiga pos pelayanan yakni di kantor utama, Hative dan Passo.
Sementara itu, Hehamahua mengatakan pihaknya merencanakan pembangunan pos baru di kawasan Eri dan Latuhalat. Idealnya, setiap kecamatan memiliki satu pos damkar agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.
“Untuk pelayanan maksimal, seharusnya kita punya lima pos untuk lima kecamatan. Ke depan kami juga dorong pembangunan pos di wilayah Leitimur Selatan,” ujarnya.
Nono memastikan seluruh aspirasi Damkar Kota Ambon, mulai dari pengadaan armada baru, dukungan DAK, penambahan pos pelayanan hingga peningkatan status kelembagaan akan diperjuangkan di tingkat pusat melalui pemerintah dan Kementerian Dalam Negeri.(*)








