AkuratMaluku.com – Sebanyak 81 santri dari sejumlah pondok pesantren di Provinsi Maluku siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang akan dihelat pada 6 – 16 April. Pelaksanaan ujian tersebut menjadi bagian dari evaluasi pendidikan kesetaraan pada program Pondok Pesantren Salafiyah.
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Abd. Karim Rahantan, menjelaskan bahwa dari total 33 pondok pesantren yang ada di Maluku, hanya lima lembaga yang memenuhi kriteria untuk menyelenggarakan TKA tahun ini.
“Dari 33 pondok pesantren, hanya lima yang masuk dalam program pendidikan kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah dan siap melaksanakan Tes Kemampuan Akademik pada 6 April, ” ujar Rahantan, Selasa (31/3/26).
Ia merinci, untuk jenjang Wustha atau setara SMP/MTs, jumlah peserta yang akan mengikuti TKA mencapai 81 santri. Mereka berasal dari lima pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Salafiyah Ishaka di Kota Ambon sebanyak 11 santri, Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Anwariyah di Maluku Tengah sebanyak 34 santri, Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah di Maluku Tengah sebanyak 31 santri, Pondok Pesantren Khoirul Ummah sebanyak 3 santri, serta Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Tanah Merah sebanyak 2 santri.
Sementara itu, untuk jenjang Ula atau setara SD, terdapat dua pondok pesantren di Kabupaten Maluku Tengah yang akan mengikuti TKA dengan total peserta sebanyak 14 santri.
Rahantan menambahkan, pelaksanaan TKA untuk jenjang Wustha dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sedangkan jenjang Ula akan dilaksanakan pada 20 hingga 30 April 2026. Materi ujian meliputi literasi Bahasa Indonesia, numerasi atau matematika, serta survei karakter dan lingkungan belajar.
“Pelaksanaan ujian akan menyesuaikan zona waktu masing-masing wilayah, baik WIB, WITA, maupun WIT,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, pihak Kanwil Kemenag Maluku memastikan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan secara matang. Tim teknis telah melakukan pemantauan serta koordinasi dengan masing-masing pondok pesantren guna memastikan kelancaran pelaksanaan ujian.
“Kami sudah melakukan koordinasi dan pemantauan. Secara prinsip, seluruh lembaga yang terlibat sudah siap melaksanakan TKA,” tegas Rahantan.
Ia juga mengimbau para santri untuk mempersiapkan diri dengan baik serta menjaga kesehatan menjelang pelaksanaan ujian. Selain itu, para ustaz dan ustazah diharapkan dapat mengawal proses ini secara optimal agar pelaksanaan TKA berjalan lancar dan sesuai standar.
“Kami berharap seluruh santri dapat mengikuti TKA dengan baik dan profesional. Dukungan dari para tenaga pendidik juga sangat penting untuk memastikan proses ini berjalan sesuai sistem pendidikan yang berlaku,” pungkasnya.(*)








