AkuratMaluku.com – Langkah Ely Toisutta, S.Sos menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Ambon memasuki tahapan penting. Ely resmi mengembalikan berkas bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon kepada panitia, Sabtu (3/10/2026).
Pengembalian berkas tersebut diterima Ketua Steering Committee (SC) Musda, Saka Ririhena, bersama Sekretaris SC Ilham Sipahutar. Ely datang tidak hanya membawa dokumen pencalonan, tetapi juga dukungan dari sejumlah unsur internal Partai Golkar di Kota Ambon.
Lima pimpinan kecamatan Partai Golkar turut berada dalam barisan dukungan tersebut. Mereka yakni Abraham Noya dari Kecamatan Nusaniwe, Sutan Marsida dari Baguala, Rico Mail dari Leitimur Selatan, Achmad Pelupessy dari Sirimau dan Jhosep Loulatu dari Teluk Ambon.
Dukungan lainnya datang dari organisasi sayap, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Sedangkan dari organisasi pendiri Partai Golkar, terdapat Kosgoro 1957, SOKSI dan MKGR.
Dukungan juga tercatat berasal dari sejumlah organisasi yang didirikan Partai Golkar, di antaranya Al-Hidayah, Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), Satkar Ulama dan AMPI.
Komposisi dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam dinamika menuju Musda. Pasalnya, sejumlah unsur organisasi tersebut memiliki posisi dalam struktur kepesertaan dan mekanisme pengambilan keputusan pada Musda sesuai ketentuan organisasi Partai Golkar.
Sebelumnya, sejumlah organisasi juga telah menyatakan dukungannya kepada Ely. SOKSI Kota Ambon, MDI, Satkar Ulama serta Kosgoro 1957 disebut telah menyampaikan sikap dukungan melalui mekanisme internal masing-masing organisasi.
Bagi Ely, dukungan tersebut merupakan bagian dari proses organisasi yang harus dijalani secara terbuka dan sesuai aturan. Ia menyebut kepercayaan yang diberikan sejumlah unsur internal justru menambah tanggung jawab untuk menjaga komunikasi serta kebersamaan di tubuh Partai Golkar Kota Ambon.
Ely menekankan bahwa seluruh tahapan menuju Musda harus ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi internal partai. Karena itu, perbedaan pilihan maupun dukungan menurutnya harus tetap berada dalam bingkai persaudaraan dan kepentingan organisasi.
Ia juga berharap pelaksanaan Musda nantinya berlangsung tertib, demokratis dan mengedepankan semangat kekeluargaan. Menurut Ely, soliditas kader menjadi hal penting yang harus tetap dijaga setelah seluruh rangkaian Musda selesai.
Dengan dikembalikannya berkas pencalonan, Ely kini tinggal mengikuti tahapan selanjutnya sesuai agenda panitia Musda. Seluruh dukungan yang telah diberikan akan menjadi bagian dari proses organisatoris yang keputusan akhirnya berada dalam forum Musda.
Musda DPD II Partai Golkar Kota Ambon dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Ambon. Forum tersebut akan menjadi ruang bagi peserta Musda untuk menjalankan mekanisme organisasi dalam menentukan kepemimpinan Partai Golkar Kota Ambon untuk periode berikutnya.(AM1)







