AkuratMaluku.com – Sebanyak 382 guru madrasah di Provinsi Maluku dinyatakan lolos dalam program Gerakan Guru Madrasah Akrab Artificial Intelligence (GEMA AI) dari total 1.076 guru yang mendaftar. Capaian tersebut mengantarkan Maluku menempati peringkat kedua liga Elang dalam pemetaan partisipasi program pengembangan kompetensi kecerdasan buatan (AI) bagi tenaga pendidik madrasah di Indonesia.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Maluku, Hj. Farida Laisouw kepada media ini, Jumat (6/11/26) mengatakan GEMA AI merupakan program yang diinisiasi Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama RI melalui kerja sama dengan Google for Education.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Google Gemini, guna mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pendidikan.
Menurut Farida, GEMA AI tidak sekadar memperkenalkan teknologi baru kepada tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan madrasah.
Ada sejumlah sasaran utama yang ingin dicapai melalui program ini. Di antaranya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk kegiatan belajar mengajar, mendorong digitalisasi layanan administrasi, membangun budaya inovasi, serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Farida menjelaskan, dari 1.076 guru madrasah di Maluku yang mengikuti pendaftaran, sebanyak 382 orang telah berhasil lolos. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator partisipasi tenaga pendidik madrasah di Maluku dalam mengikuti program penguatan kompetensi digital.
Dalam pemetaan program GEMA AI, peserta dikelompokkan ke dalam beberapa kategori atau liga, yakni Liga Garuda, Liga Rajawali, dan Liga Elang. Pengelompokan tersebut menjadi bagian dari sistem penilaian capaian partisipasi daerah.
Maluku saat ini berada pada posisi kedua dalam liga Elang berdasarkan poin atau capaian yang diperoleh dalam pemetaan tersebut. Meski demikian, Farida berharap capaian ini terus meningkat seiring bertambahnya jumlah guru yang mengikuti dan menyelesaikan program pembelajaran.
Ia secara khusus menyoroti Kabupaten Buru yang memiliki jumlah guru madrasah cukup besar, bahkan lebih dari 100 orang. Namun, jumlah guru dari daerah tersebut yang tercatat mendaftar dan berhasil lolos program GEMA AI masih baru dua orang.
Kondisi itu menjadi perhatian Kanwil Kemenag Maluku untuk memperluas sosialisasi, terutama kepada guru-guru madrasah di Kabupaten Buru agar lebih aktif memanfaatkan kesempatan pengembangan kompetensi digital tersebut.
Farida berharap seluruh jajaran pendidikan madrasah di kabupaten dan kota dapat mengambil bagian dalam program ini. Dengan semakin banyak guru yang terlibat, pemanfaatan kecerdasan buatan di lingkungan madrasah diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan tambahan, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan.
Peningkatan kemampuan guru dalam menguasai teknologi digital dinilai menjadi kebutuhan penting agar madrasah mampu mengikuti perkembangan pendidikan di era kecerdasan buatan.(*)









