DAERAH

Sumber Air Tawar yang Muncul di Laut Negeri Polin Hilang Misterius

×

Sumber Air Tawar yang Muncul di Laut Negeri Polin Hilang Misterius

Sebarkan artikel ini

AkuratMaluku.com – Sempat menghebohkan warga karena muncul di tengah laut dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, sumber mata air tawar di pesisir Negeri Polin, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, kini mendadak tidak terlihat lagi.

Fenomena alam yang sebelumnya menjadi harapan warga di tengah kondisi kekeringan akibat kemarau panjang itu justru menyisakan tanda tanya. Setelah empat hari menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat, mata air tersebut dilaporkan menghilang sejak Minggu (1/11/2026).

Padahal, sejak pertama kali muncul, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mengambil air. Bahkan, sumber air tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, minum hingga mandi.

Syarif Walakuka, putra Negeri Polin, kepada media ini menjelaskan, kemunculan mata air tawar tersebut memang terjadi sekitar empat hari sebelumnya. Namun, sejak Minggu, aliran air yang sebelumnya dapat dimanfaatkan warga sudah tidak terlihat lagi.

“Iya, memang sejak muncul empat hari lalu dan hari berikutnya warga berbondong-bondong memanfaatkannya untuk kebutuhan air sehari-hari. Tapi sejak kemarin, Minggu (1/11/2026), sudah tidak ada. Itu bisa saja dipengaruhi kondisi air laut surut,” ungkap Syarif, Senin (2/11/26).

Meski kini tidak lagi terlihat di permukaan, Syarif meyakini sumber mata air tersebut belum benar-benar hilang. Menurutnya, kemungkinan perubahan kondisi pasang surut laut membuat aliran air tawar itu tidak lagi tampak seperti sebelumnya.

Ia bahkan menduga sumber air tersebut masih berada di titik yang sama, hanya saja untuk memastikannya perlu dilakukan penyelaman ke lokasi kemunculan mata air.

Menariknya, fenomena ini ternyata bukan cerita baru bagi masyarakat setempat. Berdasarkan cerita orang-orang tua di Negeri Polin yang diwariskan secara turun-temurun, sumber mata air tawar tersebut dipercaya muncul secara berkala dalam rentang waktu sekitar lima hingga enam tahun sekali.

Karena itu, setiap kali mata air tersebut muncul, masyarakat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama ketika wilayah setempat mengalami kekurangan air akibat musim kemarau.

“Kalau cerita orang tua dahulu, sumber air itu muncul lima sampai enam tahun sekali. Jadi, ketika tiba waktunya muncul, warga setempat biasanya menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Syarif menegaskan, dirinya tidak bisa memastikan bahwa sumber mata air tersebut benar-benar telah menghilang. Ia justru meyakini sumber air itu masih berada di lokasi yang sama dan kemunculannya di permukaan laut kemungkinan dipengaruhi perubahan pasang surut.

“Kan dari dulu ada dan muncul di tempat yang sama. Nah, saya yakin sumber air itu masih tetap ada,” tegasnya.

Fenomena ini kembali memunculkan rasa penasaran masyarakat. Bagaimana mungkin sumber air tawar muncul di tengah laut, dimanfaatkan warga selama beberapa hari, kemudian tidak lagi terlihat?
Secara ilmiah, kemunculan mata air tawar di kawasan laut dapat berkaitan dengan aliran air tanah bawah permukaan atau Submarine Groundwater Discharge (SGD). Perubahan pasang surut laut juga berpotensi memengaruhi kemunculan aliran tersebut.

Namun, untuk memastikan penyebab hilangnya sumber air tawar di pesisir Negeri Polin, diperlukan penelitian dan pemeriksaan langsung oleh ahli geologi maupun hidrogeologi.

Apakah mata air tersebut benar-benar menghilang atau hanya tidak terlihat akibat perubahan kondisi pasang surut laut? Fenomena alam di Negeri Polin ini masih menyisakan misteri yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *