AkuratMaluku.com – Laut selama ini identik dengan air asin. Namun, bagaimana jika di tengah hamparan laut justru muncul aliran air tawar yang berasal dari bawah permukaan laut? Fenomena alam yang menarik perhatian ini terjadi di perairan Negeri Polin, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Tentu peristiwa ini bisa juga terjadi di daerah lain.
Kemunculan sumber air yang diduga merupakan mata air tawar tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Bagaimana mungkin air dengan kadar garam rendah bisa keluar di tengah lingkungan laut yang memiliki tingkat salinitas tinggi? Apakah ini fenomena alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah?
Dalam ilmu geologi dan hidrogeologi, fenomena tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Salah satu penjelasan ilmiah yang paling memungkinkan adalah adanya aliran air tanah dari daratan yang keluar melalui celah batuan, lapisan pasir, atau retakan pada dasar laut.
Fenomena ini dikenal dengan istilah Submarine Groundwater Discharge (SGD), yakni proses keluarnya air tanah dari bawah permukaan bumi menuju lingkungan laut.
Air Hujan Bisa Menjadi Sumber Mata Air di Dasar Laut
Secara ilmiah, air tawar yang muncul di kawasan laut dapat berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah. Air tersebut bergerak melewati lapisan pasir, batuan, serta celah-celah geologi hingga membentuk cadangan air tanah.
Dalam kondisi tertentu, air tanah kemudian mengalir mengikuti jalur alami di bawah permukaan bumi. Apabila terdapat hubungan antara sumber air tanah dengan dasar laut, air tersebut dapat keluar melalui celah batuan maupun lapisan pasir di dasar perairan.
Menariknya, air yang keluar tetap memiliki kadar garam jauh lebih rendah dibandingkan air laut di sekitarnya.
Hal ini terjadi karena aliran air tanah secara terus-menerus dapat mempertahankan konsentrasi air tawar di sekitar titik keluarnya sebelum akhirnya bercampur dengan air asin.
Mengapa Sumber Air Terlihat Saat Laut Surut?
Salah satu hal menarik dari fenomena di Negeri Polin adalah dugaan munculnya sumber air tawar ketika air laut mengalami surut.
Kondisi ini secara ilmiah dapat berkaitan dengan perubahan tekanan air akibat pasang surut laut.
Ketika air laut pasang, tekanan hidrostatis di sekitar dasar perairan meningkat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aliran air tanah yang bergerak menuju laut.
Sebaliknya, ketika air laut surut, tekanan air laut berkurang. Dalam kondisi geologi tertentu, air tanah menjadi lebih mudah keluar melalui celah-celah di dasar perairan.
Akibatnya, sumber air yang sebelumnya tertutup permukaan laut dapat terlihat ketika air mengalami surut.
Meski demikian, pengaruh pasang surut terhadap kemunculan mata air bawah laut tidak selalu sama. Kondisi tersebut sangat bergantung pada struktur geologi, kedalaman sumber air, serta tekanan dan debit aliran air tanah.
Bagaimana Air Tawar Bisa Bertahan di Tengah Laut Asin?
Pertanyaan lainnya adalah bagaimana air tawar bisa tetap ditemukan meskipun berada di tengah air laut yang asin?
Penjelasannya terletak pada perbedaan konsentrasi garam dan proses pencampuran air.
Selama sumber air tanah terus mengalir dengan debit yang cukup, air tawar dapat membentuk aliran dengan kadar garam rendah di sekitar titik keluarnya.
Kondisinya dapat dianalogikan seperti air dari keran yang terus mengalir ke dalam wadah berisi air asin. Di sekitar mulut keran, air yang keluar masih didominasi air tawar sebelum bercampur dengan air asin di sekitarnya.
Prinsip serupa memungkinkan mata air bawah laut tetap menghasilkan aliran air dengan salinitas rendah.
Fenomena Serupa Pernah Ditemukan di Berbagai Negara
Keluarnya air tanah ke lingkungan laut bukan sekadar teori. Fenomena tersebut telah dikenal dan diteliti di berbagai wilayah pesisir dunia.
Salah satu contohnya ditemukan di kawasan Florida, Amerika Serikat, yang memiliki sejumlah mata air bawah laut. Air tanah dapat keluar melalui celah-celah formasi batuan kapur di dasar perairan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sumber air tawar di lingkungan laut secara geologis sangat memungkinkan.
Karena itu, kemunculan sumber air yang diduga tawar di perairan Negeri Polin, Kecamatan Siwalalat, SBT, menjadi fenomena menarik yang layak mendapatkan perhatian para peneliti.
Perlu Penelitian untuk Memastikan Asal Air
Meski memiliki penjelasan ilmiah, penyebab pasti munculnya sumber air di perairan Negeri Polin belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual.
Diperlukan pemeriksaan langsung oleh ahli geologi, hidrogeologi, maupun instansi teknis terkait untuk mengetahui karakteristik sumber air tersebut.
Setidaknya terdapat beberapa tahapan pemeriksaan yang dapat dilakukan.
Pertama, pengujian salinitas untuk memastikan kadar garam dalam air. Kedua, pemeriksaan laboratorium guna mengetahui kandungan mineral, unsur kimia, serta kemungkinan adanya pencemaran.
Ketiga, pengamatan secara berkala ketika air laut pasang maupun surut untuk mengetahui perubahan debit dan pola keluarnya air.
Keempat, penelitian kondisi geologi di sekitar lokasi guna mengidentifikasi kemungkinan adanya jalur aliran air tanah dari daratan menuju dasar laut.
Pemeriksaan tersebut juga penting untuk memastikan apakah air yang muncul benar-benar layak dimanfaatkan. Sebab, air yang terlihat jernih dan terasa tawar belum tentu memenuhi standar kesehatan untuk dikonsumsi.
Potensi Alam Negeri Polin yang Perlu Diungkap
Fenomena munculnya sumber air yang diduga tawar di tengah laut Negeri Polin bukan hanya menarik dari sisi keunikan alam, tetapi juga membuka peluang penelitian mengenai potensi sumber daya air bawah tanah di kawasan pesisir Seram Bagian Timur.
Jika terbukti merupakan mata air bawah laut, keberadaannya dapat menjadi salah satu bukti menarik mengenai hubungan sistem air tanah dengan lingkungan laut.
Pertanyaan berikutnya adalah dari mana sumber air tersebut berasal, seberapa besar debitnya, bagaimana karakteristik geologinya, dan apakah alirannya tetap berlangsung sepanjang tahun?
Jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan penelitian ilmiah secara langsung.
Dengan demikian, fenomena di Negeri Polin tidak perlu buru-buru disebut sebagai keajaiban. Secara ilmu pengetahuan, kemunculan air tawar di tengah laut sangat mungkin terjadi melalui proses geologi dan hidrogeologi.
Namun, kepastian mengenai penyebabnya tetap membutuhkan pembuktian ilmiah.
Fenomena alam ini menjadi pengingat bahwa laut bukan hanya menyimpan kekayaan di permukaannya, tetapi juga menyimpan berbagai misteri geologi di bawah dasarnya yang masih menarik untuk terus diteliti.(*)









