AkuratMaluku.com – Perum Bulog terus memperkuat langkah stabilisasi harga beras dengan menggelontorkan pasokan secara langsung ke pasar rakyat hingga jaringan ritel modern. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Tidak hanya melakukan pemantauan, jajaran Bulog di berbagai wilayah dan cabang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasokan serta perkembangan harga. Jika ditemukan kebutuhan tambahan, Bulog langsung melakukan penyaluran guna mencegah terjadinya kekurangan stok maupun kenaikan harga yang tidak terkendali.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kehadiran Bulog di pasar dan jaringan ritel merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan intervensi langsung agar masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
“Bulog hadir langsung di lapangan untuk memastikan pasokan tersedia dan harga beras tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah. Intervensi ini dilakukan agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga,” ujar Ahmad Rizal, Sabtu (5/9//26).
Saat ini, Bulog memiliki penguasaan stok beras sekitar 4,9 juta ton yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Cadangan tersebut memungkinkan Bulog memperluas distribusi sekaligus melakukan intervensi pasar ketika terjadi tekanan terhadap harga maupun pasokan.
Di wilayah Maluku dan Maluku Utara, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digenjot melalui penyaluran beras ke berbagai titik distribusi. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, menyebutkan target realisasi SPHP mencapai 26 juta kilogram.
“Total realisasi sampai hari ini sudah mencapai 13 juta kilogram atau sekitar 49 persen dari target yang ditetapkan,” ujar Rudy Senawi Tahir.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam mempercepat penyaluran beras SPHP agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sekaligus memperkuat stabilitas pangan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Selain memperkuat distribusi melalui pasar rakyat dan ritel modern, Bulog juga terus membangun koordinasi bersama pemerintah daerah, pedagang, serta pengelola pasar. Langkah kolaboratif tersebut dilakukan agar penyaluran beras berjalan lancar, merata, dan mampu menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Melalui strategi penguatan pasokan dan intervensi pasar secara berkelanjutan, Bulog memastikan perannya sebagai pengendali stabilitas pangan tetap berjalan, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.(*)








