AkuratMaluku.com – Perubahan zaman yang ditandai pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon mendorong para tenaga pendidik madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kota Ambon, Ahmad Sou, mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan penggunaan gadget di kalangan peserta didik harus menjadi peluang yang dimanfaatkan guru untuk memperkuat kualitas pendidikan.
Menurutnya, pola pendidikan saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan manajemen pendidikan konvensional, tetapi harus mulai mengarah pada elaborasi teknologi pendidikan agar peserta didik mampu memperoleh informasi dan pengetahuan secara lebih luas.
“Setiap tenaga pendidik tidak boleh tertinggal dengan teknologi. Guru harus mampu menggunakan teknologi dalam pembelajaran, karena jika guru tertinggal zaman maka posisi bisa berbalik, peserta didik justru lebih memahami teknologi dibandingkan gurunya,” ujar Ahmad Sou, Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan, guru memiliki peran penting sebagai pengarah sekaligus teladan bagi peserta didik. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik harus dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi kompetensi, administrasi maupun kemampuan mengikuti perkembangan teknologi.
Ahmad Sou juga menilai, tuntutan pendidikan modern membuat kualifikasi akademik guru perlu terus ditingkatkan. Meski Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengatur standar pendidikan minimal guru adalah sarjana (S1), namun perkembangan zaman menuntut peningkatan kapasitas hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Sekarang kebutuhan pendidikan sudah berkembang. Guru tidak boleh berhenti hanya pada standar minimal, tetapi harus terus meningkatkan kualitas melalui pendidikan lanjutan seperti S2 maupun S3,” katanya.
Ia berharap para tenaga pendidik di lingkungan Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah di Kota Ambon menjadikan peningkatan kompetensi sebagai kebutuhan utama. Apalagi, fasilitas pengembangan pendidikan kini semakin terbuka melalui berbagai perguruan tinggi yang ada di Maluku, khususnya Kota Ambon.
Selain kemampuan sumber daya manusia, Ahmad Sou juga menekankan pentingnya dukungan sarana teknologi. Menurutnya, guru profesional idealnya memiliki perangkat pendukung seperti laptop dan fasilitas teknologi lainnya agar proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan maksimal.
“Tidak ada alasan guru berhenti belajar karena faktor usia. Belajar itu sepanjang hayat. Guru harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu menyiapkan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.(*)








