AkuratMaluku.com – KEPALA SMA Negeri 3 Maluku Tengah, Jolanda Koda, menegaskan komitmen sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian sosial melalui pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan Jolanda Koda, Kamis (26/2/26).
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pembagian MBG, dari total 329 siswa tercatat sebanyak 20 siswa tidak hadir di Hari Rabu (25/2/26) karena sakit dan ijin, sehingga terdapat sisa paket makanan.
Menurut Jolanda, kondisi tersebut tidak dipandang sebagai hal sepele. Pihak sekolah justru memanfaatkannya sebagai sarana edukatif untuk menanamkan nilai kemanusiaan dan akhlak mulia kepada peserta didik.
“Alih-alih digunakan untuk kebutuhan internal sekolah, sisa paket MBG kami salurkan kepada pesantren yang membutuhkan. Ini bagian dari komitmen kami menumbuhkan kepekaan sosial di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia menuturkan, keputusan tersebut sengaja diambil agar program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter, khususnya nilai empati, solidaritas, dan semangat berbagi.
Momentum penyaluran bantuan yang bertepatan dengan bulan puasa, lanjutnya, semakin memperkuat makna kegiatan tersebut sebagai praktik nyata pendidikan karakter di sekolah.
Langkah ini pun mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemanfaatan sosial.
Jolanda berharap, inisiatif tersebut dapat menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah bahwa setiap kebijakan, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak positif apabila dilandasi niat tulus untuk berbagi.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan tidak hanya memberi manfaat bagi pesantren penerima, tetapi juga memperkuat citra SMA Negeri 3 Maluku Tengah sebagai institusi pendidikan yang konsisten menjunjung tinggi nilai moral, empati, dan tanggung jawab sosial.(*)












