AkuratMaluku.com – Kasus bom rakitan yang melibatkan seorang siswa SMAN 72 Jakarta menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Dr. Muhammad Taib Honsouw, menegaskan pentingnya peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam mendeteksi dan mencegah perilaku menyimpang peserta didik sejak dini.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter di Manise Hotel, Ambon, Rabu (12/11/2025), Honsouw menyebut kasus tersebut menunjukkan lemahnya sistem pembinaan karakter di sekolah. “Guru BK harus memahami setiap siswa secara utuh, bukan hanya mencatat pelanggaran. Profiling itu kerja harian, bukan insidental,” ujarnya tegas.
Ia menilai penguatan karakter dan kedisiplinan perlu menjadi prioritas utama di semua jenjang pendidikan. Sekolah, katanya, tak boleh menunggu masalah besar muncul untuk bertindak. “Pendidikan karakter itu fondasi. Kalau rapuh, hasilnya bisa berbahaya,” tambahnya.
Honsouw juga mengingatkan bahwa guru masa kini dituntut berpikir visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Guru tidak cukup berpikir satu lantai. Ia harus berpikir lima lantai mampu membaca arah, menilai potensi, dan mengarahkan murid dengan wawasan luas,” pungkasnya.(*)







