AkuratMaluku.com – Perairan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, kembali menjadi sorotan. Air laut di sekitar dermaga PT Batu Tua dilaporkan berubah warna menjadi kuning, diduga akibat insiden patahnya tongkang pengangkut material tambang milik perusahaan tersebut.
Fenomena itu pertama kali terungkap lewat beredarnya foto dan video di media sosial yang direkam masyarakat setempat. Dugaan pencemaran ini pun memicu kekhawatiran akan dampak terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan di pesisir Wetar.
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, John Laipeny, menegaskan pihaknya akan segera memanggil instansi teknis untuk dimintai penjelasan. “Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas ESDM Maluku,” ujarnya di Ambon, Kamis (28/8/2025).
Laipeny menambahkan, dari foto dan video yang diterima, terlihat jelas perubahan warna air laut di lokasi kejadian. “Ini sangat mengkhawatirkan. Laporan ini sudah kami teruskan ke Gubernur Maluku agar segera ditindaklanjuti,” katanya.
Menurutnya, insiden tongkang patah yang membawa material tambang itu terjadi tiga hari lalu. Namun hingga kini, PT Batu Tua belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pencemaran tersebut. Komisi II menduga ada dua kemungkinan penyebab, yakni material limbah tambang yang tercecer atau hasil olahan yang seharusnya dikirim ke smelter di Morowali.
“Kami menerima investasi, tapi harus ramah lingkungan. Jangan sampai aktivitas perusahaan justru mencemari laut dan merugikan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut,” tegas Laipeny.
Hingga berita ini diturunkan, PT Batu Tua belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, masyarakat Wetar mendesak pemerintah daerah segera melakukan investigasi lapangan guna memastikan keamanan lingkungan laut yang menjadi sumber utama kehidupan mereka.(***)












