AkuratMaluku.com – Gejolak internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku Utara kian memanas. Sejumlah kader secara terbuka mengancam akan melepas atribut partai hingga memicu “Malut zero kursi” apabila Ketua Umum DPP PPP, Mardiono, tetap menunjuk Arif Abd Rahim sebagai Ketua DPW PPP Maluku Utara.
Ancaman keras tersebut disampaikan Ketua DPC PPP Halmahera Selatan, Nasir Barmawi, Jumat (30/1/2026). Ia menegaskan, Arif Abd Rahim merupakan Plt DPW PPP yang statusnya telah demisioner dan kalah dalam Muswil PPP 8 Januari 2026 sehingga penunjukan kembali dinilai bermasalah dan berpotensi melanggar mekanisme organisasi.
“Kami kader PPP Maluku Utara mengancam akan melepas atribut partai jika keputusan itu tetap diambil. Dampaknya sangat serius, bahkan bisa berujung Malut zero kursi,” tegas Nasir.
Menurutnya, apabila SK tetap diberikan kepada Arif Abd Rahim pada pukul 14.00 WIT sebagaimana dijadwalkan, maka akan terjadi keretakan dan dikotomi di internal kader. Kondisi tersebut dinilai akan melumpuhkan mesin partai dan menghambat pertumbuhan PPP di Maluku Utara.
Nasir juga mendesak Ketua Umum DPP PPP untuk menghormati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai serta konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. Ia menilai, kepatuhan terhadap AD/ART menjadi kunci agar kader di daerah dapat fokus membangun partai dan melakukan konsolidasi secara sehat.
“Kalau SK tetap diberikan kepada Plt yang sudah demisioner, itu tindakan inkonstitusional dan menabrak AD/ART. PPP di Maluku Utara bisa dipastikan tidak akan tumbuh dengan baik,” tandasnya.(*)












