AkuratMaluku.com -Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPD RI Letjen TNI Marinir (Purn) Nono Sampono bersama Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Huamual Barat (HIPPMAHAB) menjadi ruang refleksi kritis bagi generasi muda Maluku dalam membaca posisi daerah di tengah dinamika nasional dan global. Kegiatan ini berlangsung SD Negeri 4 Ambon, Jumat (12/12/25).
Dalam pemaparannya, Nono menekankan pentingnya orientasi kebangsaan yang tidak terjebak pada kepentingan sempit kedaerahan. Ia mengingatkan bahwa Maluku merupakan bagian integral dari bangunan besar Indonesia dan pernah menjadi salah satu komponen penting dalam sejarah berdirinya NKRI. “Kita tidak hidup di ruang kosong. Apa yang terjadi di dunia akan berdampak ke daerah,” tegasnya.

Nono menilai, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks akibat perubahan global yang cepat, sementara Indonesia belum memiliki peta jalan pembangunan jangka panjang yang konsisten. Ia menyinggung absennya haluan negara jangka panjang pascareformasi yang menyebabkan arah pembangunan sering bergantung pada kepemimpinan lima tahunan. Padahal, negara besar seperti Indonesia membutuhkan visi strategis lintas generasi.
Dalam konteks itu, Empat Pilar Kebangsaan dipandang sebagai kompas moral dan politik untuk menjaga arah perjalanan bangsa. Pancasila, menurut Nono, merupakan kesepakatan luhur yang telah final, tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan menjadi titik temu bangsa yang majemuk. “Pasal-pasal bisa berubah, tapi nilai dasar bangsa tidak boleh goyah,” ujarnya.
Ia mendorong pemuda Maluku untuk berani berpikir global, namun tetap berakar pada nilai kebangsaan. Pembangunan daerah, kata Nono, harus memiliki makna bagi kawasan Timur Indonesia dan kontribusi nyata bagi Indonesia secara keseluruhan. “Orientasi kita tidak boleh hanya Maluku untuk Maluku, tapi Maluku untuk Indonesia,” tandasnya.

Diskusi yang berlangsung cair tersebut diharapkan melahirkan gagasan-gagasan kritis dari generasi muda Maluku, agar Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai konsep normatif, tetapi menjadi pedoman hidup dalam menjawab tantangan zaman.(*)








